Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gelombang Tinggi Hantam Jembrana Akibatkan Puluhan Rumah Rusak, Pebuahan Paling Parah

I Made Mertawan • Sabtu, 31 Mei 2025 | 14:25 WIB
Rumah warga di Desa Banyubiru, Jembrana, Bali rusak parah gara-gara abrasi.
Rumah warga di Desa Banyubiru, Jembrana, Bali rusak parah gara-gara abrasi.

BALIEXPRESS.ID – Pesisir Kabupaten Jembrana, Bali, porak poranda dihantam gelombang tinggi yang terjadi selama dua hari berturut-turut.

Sebanyak 31 rumah warga rusak, mayoritas mengalami kerusakan berat. Tak sedikit warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kondisi ini dikonfirmasi oleh Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra.

Ia menyebut hampir seluruh kawasan pesisir terdampak langsung, terutama akibat hantaman ombak besar yang disertai banjir rob.

"Dari Rabu (28/5/2025), gelombang tinggi memicu banjir rob dan merusak rumah warga di sepanjang garis pantai Jembrana," jelasnya.

Kerusakan terparah tercatat di tiga desa: Perancak (Kecamatan Jembrana), Pengambengan, dan Banyubiru (Kecamatan Negara).

Di Pengambengan, enam rumah rusak, tiga di antaranya tidak lagi layak huni.

Sementara itu, di Banjar Pebuahan, Banyubiru, 25 rumah terdampak dengan kondisi rusak sedang hingga berat.

“Pebuahan jadi yang paling parah. Banyak rumah warga yang memang sudah berada di garis pantai karena abrasi, sehingga sangat rentan terkena terjangan ombak,” jelas Artana.

Tak hanya rumah, infrastruktur lainnya juga rusak. Pipa distribusi air bersih milik Perumda Air Minum Jembrana patah diterjang ombak.

Akibatnya, puluhan warga kini kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, karena suplai terputus. Kami sedang upayakan penanganan darurat,” katanya.

Tim BPBD Jembrana masih melakukan pemantauan di lapangan dan mendata dampak kerusakan.

Artana juga memperingatkan bahwa ancaman gelombang tinggi belum berakhir. Cuaca ekstrem diprediksi bisa terus berlanjut hingga Agustus.

“Kami imbau masyarakat pesisir tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat bibir pantai. Segera cari tempat aman bila gelombang kembali tinggi,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #abrasi #gelombang tinggi #jembrana