BALIEXPRESS.ID-Beberapa waktu lalu Jagat maya dihebohkan video pengeroyokan pelajar berseragam yang diunggah akun @infobadungbali, Kamis (29/5/2025).
Dalam video, korban dipukuli dan ditendang beramai-ramai hingga tak berdaya. Salah satu pelaku diduga siswa SMKN 7 Denpasar.
Baca Juga: Aksi Pria Tipu Pedagang dengan Modus Sumbangan Kian Meresahkan, Begini Tanggapan Polsek Denbar
Aksi ini menuai kecaman publik dan tuntutan agar pelaku diproses hukum.
Menyikapi situasi ini, Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya setelah menerima audiensi dari pihak SMKN 7 Denpasar, termasuk siswa yang diduga terlibat bernama Janu.
Dalam klarifikasinya pada Jumat, 30 Mei 2025, AWK menyebut bahwa pengeroyokan tersebut melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di Denpasar.
Beberapa di antaranya berasal dari SMPN 1 Denpasar, SMPN 11 Denpasar, SMK PGRI 3 Denpasar, dan SMK Prashanti Nilayam. Lokasi kejadian disebut berada di sekitar SMAN 10 Denpasar.
Pada hari yang sama, AWK juga mengunggah video perkembangan kasus bersama korban dan keluarganya.
Baca Juga: Heboh! DPR Usulkan Reformasi Dana Pendidikan, Siap Gratiskan Sekolah Swasta?
Dalam video tersebut, AWK menjelaskan identitas korban bernama Komang, siswa SMPN 11 Denpasar, yang baru melaporkan kasusnya ke DPD setelah menjalani visum dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
“Om Swastyastu semeton Bali, pada hari ini tyang menerima audiensi dari korban pemukulan di dekat SMAN 10 Denpasar, yang bernama Komang, yang merupakan siswa SMPN 11 Denpasar, yang akhirnya baru melaporkan ke DPD setelah kemarin diperiksa oleh pihak kepolisian dan sudah menjalani visum,” ujar AWK dikutip Sabtu, 31 Mei 2025.
Berdasarkan penjelasan AWK, keterlibatan pelaku terus bertambah. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, pelajar dari SMPN 3 Denpasar dan SMP PGRI Denpasar juga turut diduga terlibat.
AWK menyampaikan bahwa kasus ini akan dibawa ke ranah hukum atas keputusan pihak keluarga dan korban.
“Langkah kami, yakni Komang dan keluarga dari kakak dan ayahnya sudah menyampaikan pesan kepada kami bahwa kasus ini akan terus berlanjut ke ranah hukum sehingga kemungkinan kasus ini akan segera dilimpahkan kepada Polda Bali khususnya bagian perlindungan anak,” tegas AWK.
AWK juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil kepala sekolah dan guru BK dari sekolah-sekolah terkait.
Baca Juga: Pesilat Ditembak Airsoft Gun Saat Latihan, Pelaku Anggota Perguruan Silat Lain?
Hal ini sebagai upaya penegakan sanksi terhadap pelaku, mulai dari surat peringatan hingga potensi dikeluarkan dari sekolah.
AWK menambahkan, DPD RI bersama kepolisian, Komisi Perlindungan Anak, dan pihak psikolog akan terus mendampingi korban dan saksi, serta memastikan keamanan mereka selama proses hukum berjalan.
“Demikian perkembangan dari DPD RI, kami akan terus memberikan perkembangan kepada masyarakat dan jadikanlah kasus ini sebagai pelajaran untuk kita semua, terutama anak muda Bali,” tutup AWK.
Unggahan AWK ini pun menuai banyak dukungan dari warganet yang berharap kasus tersebut tidak berakhir damai agar memberikan efek jera.
“Memang harusnya jangan damai. Kalo damai terus gak akan jera orang-orang yg sok jagoan itu. Lanjutkan! Pertahankan harga diri dan keluarga,” tulis akun @putriayuratini.
“Mantappp jangan mau damai lanjut hukum,” komentar akun @putusanjayaa.
“Betul jangan mau damai... ini biar jadi pelajaran dan gak terulang lagi,” tulis @myne5840.
“Beraninya main kroyok! Kok sesama orang Bali seperti ini? Orang tua siswa harus dipanggil, kepala sekolah dan guru BK-nya juga,” ujar akun @mariposaglitter888.
“Kita tes yang merasa jago itu, apa masih merasa jago kalau sudah diproses hukum?” sindir @rakasbalitulen.
Editor : Wiwin Meliana