Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Denpasar Bergelora! Karnaval Pancasila Sukses Besar, Ada Apa di Balik Parade Garuda dan Penampilan Budaya Nusantara yang Memukau?

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 2 Juni 2025 | 01:46 WIB

Karnaval Pancasila dan Pentas Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Eva Jayate (Rumah Kakek).
Karnaval Pancasila dan Pentas Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Eva Jayate (Rumah Kakek).

BALIEXPRESS.ID – Langit Denpasar pada Minggu (1/6) mendadak penuh semangat kebangsaan dan warna-warni budaya Nusantara! Lapangan Puputan Badung menjadi saksi bisu kemeriahan Karnaval Pancasila dan Pentas Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Eva Jayate (Rumah Kakek).

Acara akbar ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster, sekaligus menjadi persembahan istimewa untuk memperingati Hari-Hari Nasional Indonesia, khususnya Hari Lahirnya Pancasila.

Apa yang membuat acara ini begitu istimewa dan berhasil menarik perhatian ribuan pasang mata?

Baca Juga: Gubernur Bali, Wayan Koster Tinjau TPA Temesi: Ada Apa di Balik Isu Pemindahan TPA Suwung yang Bikin Warga Resah?

Parade Garuda, Simbol Merah Putih, dan Keunikan yang Bikin Penasaran!

Kemeriahan Karnaval Pancasila dimulai dengan parade yang tak biasa.

Sebuah mobil mengarak megahnya Garuda Pancasila keliling lapangan, diiringi oleh delapan bendera Merah Putih yang berkibar gagah.

Tak hanya itu, iring-iringan Paskibraka dengan bendera kebanggaan juga turut memeriahkan parade.

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran motor tua, sepeda ontel, dan motor listrik, masing-masing berjumlah 17! Angka ini bukan kebetulan, melainkan sengaja dipilih untuk melambangkan tanggal Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sebuah detail kecil yang sarat makna, bukan?

Baca Juga: 100 Hari Kerja, Bang-Ipat Tuntaskan Program Mobil Pikap Harmoni Untuk 70 Desa/Kelurahan dan Desa Adat di Jembrana

Dari Bali Hingga Reog Ponorogo: Ada Apa di Balik Pentas Budaya Malam Hari?

I Wayan Ivana Sukma, Ketua Panitia acara ini, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah puncak dari Rumah Kakek Festival yang diselenggarakan setahun sekali.

Dimulai sejak Hari Kebangkitan Nasional, festival ini berpuncak tepat di Hari Lahirnya Pancasila dengan tema utama Kebangsaan.

"Kami selalu menuangkan hari-hari kebangsaan dari kegiatan kami," ujar Ivana.

Di malam harinya, suasana semakin semarak dengan Pentas Budaya Nusantara yang menyuguhkan beragam penampilan memukau.

Penonton disuguhi keindahan Tari Bali, eksotisme Tari Dayak, semangat dari tarian asal Sumatera Utara dan Lampung, hingga atraksi memukau Barong Sai dan Tari Reog Ponorogo.

Bahkan, Nyonya Putri Koster turut hadir membacakan puisi, menambah nuansa keindahan dan kebanggaan.

Persiapan Matang dan Kelancaran yang Mengagumkan

Ivana, yang berasal dari Lampung, menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara festival telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Sejauh ini astungkara lancar," terangnya dengan senyum.

Keberhasilan Karnaval Pancasila dan Pentas Budaya Nusantara ini bukan hanya perayaan, tetapi juga sebuah pengingat akan kekayaan budaya dan persatuan bangsa Indonesia.

Baca Juga: 100 Hari Kepemimpinan Sutjidra-Supriatna: Gerak Cepat Wujudkan Buleleng Paten

Acara ini membuktikan bahwa semangat kebangsaan dapat diwujudkan dalam bentuk yang kreatif, menarik, dan menginspirasi. Kira-kira, kejutan apa lagi yang akan disiapkan Rumah Kakek untuk festival tahun depan? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pancasila #denpasar