Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pria Asal Bandung Hilang Terseret Arus Pantai Kedonganan, Kejadiannya Usai Minum Arak Bersama: Begini Kronologinya

I Gede Paramasutha • Selasa, 3 Juni 2025 | 00:26 WIB
PENYISIRAN: Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Bali, Polairud Polresta Denpasar, serta Balawista Badung, melakukan pencarian terhadap korban terseret arus.
PENYISIRAN: Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Bali, Polairud Polresta Denpasar, serta Balawista Badung, melakukan pencarian terhadap korban terseret arus.

BALIEXPRESS.ID - Seorang pria bernama Deden Nugraha, 28, terseret arus di Pantai Kedonganan, Kuta, Badung, pada Minggu, 1 Juni 2025, sekitar pukul 18.00 Wita.

Hingga kini pria asal Bandung, Jawa Barat, itu belum ditemukan.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, peristiwa ini bermula ketika korban berkunjung ke Pantai Kedonganan bersama beberapa saksi, bernama Sucin Nur Halimah, 23, Iswan Septyan, 32, dan M Yusuf, 28.

Saat itu Deden minum minuman beralkohol dengan Iswan dan Yusuf. "Mereka minum dua botol arak dicampur kuku bima, yang sebelumnya dibeli dari warung," tutur Sukadi, Senin, 2 Juni 2025.

Sucin melihat korban mandi ke laut. Sementara, Iswan bermain dengan keponakannya di tepi pantai, dan Yusuf tetap duduk di posisi semula.

Tak berselang lama, Iswan pun kembali dan menanyakan keberadaan Deden.

Ibu rumah tangga tersebut lantas menjawab bahwa Deden sedang mandi ke laut.

Ketika mereka menengok ke arah rekannya yang sedang mandi, hanya kepala korban yang tampak dari darat.

Hal ini sontak membuat rombongan yang sama-sama asal Bandung itu panik. Iswan bergegas mengejar korban ke laut, tetapi Deden tidak terlihat lagi.

Saksi lantas menghubungi tuan rumah kos bernama Barik sekaligus tempat korban dan saksi bekerja. 

Selanjutnya, insiden ini dilaporkan ke pihak berwajib guna proses pencarian. "Polairud Polresta Denpasar juga menghubungi  keluarga korban sesuai keterangan saksi-saksi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menerangkan, kejadian ini baru dilaporkan ke Basarnas beberapa jam setelah kejadian.

"Laporan kejadian orang hilang di Pantai Kedonganan baru diterima petugas siaga pada malam harinya, pukul 20.15 Wita," tuturnya.

Pihaknya mengerahkan sebanyak lima personel untuk bersinergi dengan instansi lainnya seperti Kepolisian dan Balawista. Petugas langsung melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai.

"Tim SAR gabungan tidak dapat menurunkan Alut untuk pencarian di laut, karena pencahayaan dan jarak pandang yang terbatas," tambahnya. Malam itu pencarian belum membuahkan hasil, dan dilanjutkan keesokan paginya. 

Pencarian hari kedua, sebanyak tujuh personel dikerahkan. Mereka dibagi dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). "Satu tim melanjutkan penyisiran darat dan lainnya melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan runner boat," terangnya.

Selain itu, adapula pemantauan udara menggunakan drone thermal. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lanjutan terkait keberadaan korban. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#terseret arus #hilang #bandung #pria #Minum arak #mandi #pantai kedonganan