Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinilai Lamban, Koster Sentil Dua Kadis, Ini Respons Kadiskop dan Kadispar Bali

Rika Riyanti • Rabu, 4 Juni 2025 | 00:43 WIB

 

LAMBAN: Pelantikan pejabat administrator dan pengawas Pemprov Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/6)
LAMBAN: Pelantikan pejabat administrator dan pengawas Pemprov Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/6)

 

 

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali, Wayan Koster, baru-baru ini melontarkan sentilan tajam terhadap dua kepala dinas yang dinilainya belum bekerja maksimal atau lamban.

Kritik tersebut dilayangkan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM serta Kepala Dinas Pariwisata Bali, saat pelantikan pejabat administrator dan pengawas Pemprov Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/6).

Pasca pelantikan dirinya pada 9 Mei 2025 lalu, Koster tampak tidak segan menunjukkan ketidakpuasannya atas kinerja dua kadis tersebut, yang menurutnya bergerak terlalu lambat.

Baca Juga: Ni Made Yoni Brahmistiti: Dari Sekolah Langsung Pegang Mikrofon, Siaran Udara Jadi Jalan Menuju Impian!

Alih-alih defensif, dua pejabat yang disebut justru merespons kritikan itu secara terbuka.

Try Arya Dhyana Kubontubuh, Kadiskop dan UKM Bali, menyatakan bahwa evaluasi dari atasannya akan dijadikan pemantik untuk bekerja lebih giat.

“Penilaian pimpinan tentu akan menjadi motivator bagi kami selaku kepala dinas baru, kinerja tetap akan kami tingkatkan,” ujar Arya, Selasa (3/6).

Baca Juga: Capaian 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Klungkung : Komitmen Nyata untuk Klungkung yang Lebih Baik

Arya menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mengebut pembentukan kelembagaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Menurutnya, proses pendirian kelembagaan ini telah rampung 100 persen di seluruh desa dan kelurahan di Bali, dengan target seluruh 716 Kopdes Merah Putih telah mengantongi akta pada akhir Juni 2025.

Ia juga mengungkapkan bahwa program tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Provinsi Bali, yang berada di zona 4 secara nasional, justru mencatat progres tercepat dibanding daerah lain di zona yang sama.

“Ini mendapat apresiasi dari Bapak Wamenkop RI hari Minggu kemarin, 1 Juni 2025 saat acara di Puspem Badung,” ungkapnya.

Baca Juga: Kecelakaan Karambol! Pikap Hantam Empat Motor Beruntun, Satu Tewas dan Tiga Luka-Luka: Begini Kronologinya

Arya menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk mempercepat agenda-agenda prioritas Pemprov Bali dalam sektor koperasi dan UKM, seperti pemberdayaan koperasi sektor riil termasuk koperasi arak dan tenun.

“Di sisi UMKM kami berupaya agar pelaku UMKM di Bali semakin meningkat dari sisi kualitas produk, kemasan, pemasaran dan teknologinya, sehingga UMKM naik kelas dapat terwujud,” tandasnya.

Senada dengan Arya, Kadispar Bali I Wayan Sumarajaya juga tak menampik kritik tersebut.

Baca Juga: Terjatuh ke Sungai Usai Tabrak Tembok Jembatan, Remaja Tewas: Diduga Alami Rem Blong

Ia justru menyambutnya sebagai tantangan untuk memperbaiki kinerja dalam mengembangkan pariwisata Bali yang berkelanjutan dan bermartabat.

Sumarajaya menyebut bahwa pihaknya akan mendorong sejumlah program strategis, antara lain pembinaan daya tarik wisata, peningkatan kapasitas SDM pariwisata lewat kerja sama dengan asosiasi, serta memperkuat pengawasan industri pariwisata.

Tak hanya itu, sosialisasi pungutan wisatawan asing juga masuk dalam agenda prioritas Dispar Bali, seiring dengan upaya mempercepat transformasi sektor pariwisata agar lebih berkualitas.(***)

Editor : Rika Riyanti
#wayan koster #ukm #sentilan #dinas pariwisata