BALIEXPRESS.ID - Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah diperkirakan sudah mulai tumbuh di Karangasem.
Sebagai bukti, terjadi penurunan produksi sampah di perkotaan pasca berlangsungnya deklarasi yang dilaksanakan belum lama ini.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem yang semula setiap hari mengangkut 23 truk sampah kini sudah mulai berkurang menjadi 17 truk. Artinya terdapat penurunan sebanyak enam truk setiap hari.
Kepala DLH Karangasem I Nyoman Tari membenarkan hal tersebut. Kata dia, ada beberapa faktor penyebab berkurangnya produksi sampah di perkotaan. Satu diantaranya adalah kesadaran masyarakat akan bahaya sampah mulai terbentuk, walaupun belum 100 persen. "Kira-kira sudah ada 50 persen yang melakukan pemilahan sampah," ujarnya.
Selain melakukan pemilahan, ada pula disebut sudah membuang sampah organik ke perkebunan untuk dijadikan kompos. Terlebih ada yang membuat lubang resapan biopori di rumah.
Meskipun sudah ada yang melakukan pemilahan sampah, sekalipun belum maksimal, ia akan terus berupaya agar hal tersebut bisa dilakukan semua orang.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan desa adat untuk dibuatkan perarem. "Sudah ada 40 desa adat yang membuat pararem tentang pemilahan sampah serta sanksi," tambahnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana