Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Tambang Badung, Saksi Raja Pemecutan Melawan Penjajah, Piring China Simbol Kamertaan

I Putu Mardika • Rabu, 4 Juni 2025 | 05:19 WIB

 

Salah satu pelinggih di Pura Tambang Badung, yang berisi hiasan keramik China
Salah satu pelinggih di Pura Tambang Badung, yang berisi hiasan keramik China
BALIEXPRESS.ID-Keberadaan Pura Tambang Badung menjadi saksi Sejarah tentang kepemimpinan Kerajaan Pemecutan Badung.

Pura yang memiliki hiasan berupa keramik ini juga menjadi saksi pertempuran Raja Pemecutan saat melawan Belanda.

Pura Tambang Badung berlokasi di Banjar Pemedilan Kerandan, Desa Pemecutan, Denpasar. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau karena berada di pusat Kota Denpasar

Pura Tambangan Badung sudah berdiri sebelum Anglurah Pemecutan pertama berkuasa. Kemudian dalam perjalanannya diperluas dan dipugar oleh Bhatara Sakti Raja Badung, kemudian diempon oleh Puri Agung Pemecutan.

Pura Tambangan Badung telah mengalami proses perehaban atau pemugaran yaitu pada tahun 1928 dan tahun 1990.

Baca Juga: Batal Pulang ke Persebaya, Irfan Jaya Bertahan di Bali United: Petualangan Serdadu Tridatu Berlanjut!

Anak Agung Ngruah Rama Prajawangsa, Pemangku Pura Tambang Badung menjelaskan pura ini diperkirakan berdiri pada abad 13-14. Statusnya erat dengan Kerajaan Pemecutan Badung dengan rakyatnya.

“Pura ini berstatus pura dalem, pura sad kahyangan. Karena penyungsungnya hamper ada di seluruh Bali,” jelasnya.

Hal unik yang dapat ditemukan di pura ini adalah keberadaan dua pemedalan sebagai pintu agung, di sebelah timur pemedalan Siwa Dalem Tambang Badung, barat Ida Bhatari Dalem, dan pelinggih utama atau pokok adalah pelinggih Luhur Kaler atau Padma Anglayang

Sebelah Selatan ada gedong dalem, simbol leluhur Raja terdahulu sebagai pemegang tampuk kekuasaaan. Leluhur dari cikal bakal Kerajaan badung dan dikelilingi para ibu.

“Di pura ini sebagai pemujaan untuk kamertaan sehingga simbolnya piring china, karena filosofisnya yang memberikan kemakmuran adalah seorang raja kepada rakyatnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Legenda Empat Kepompong 'Terkutuk' Jadi Manusia: Kisah Ajaib di Balik Sejarah Terbentuknya Desa Kuno Sembiran dan Julah di Buleleng!

Keberadaan keramik sebagai hiasan pada pelinggih tersebut karena keramik-keramik tersebut dipandang memiliki nilai yang tinggi akibat dari adanya hubungan para raja-raja jaman dulu dengan China maupun Belanda. Sistem perdagangan dilakukan dengan sistem barter.

Jika dilihat dari fakta yang ada sekarang memang terkait bahwa pada jaman lampau orang asing ada yang memiliki akses dengan para penguasa di Bali (raja).

Hal ini dapat dilihat dari porselin yang terdiri dari cawan, lepekan dan piring yang masih ada sampai sekarang dan hanya dapat ditemukan dilingkungan puri atau tempat-tempat lain yang masih terkait dengan keberadaan dan kekuasaan raja pada jaman dahulu.

Peninggalan purbakala ini ada topeng-topeng, seperti pelawatan barong, ada juga topeng sidakarya, sebagai peninggalan. Ada juga peninggalan Belanda berupa Meriam sebagai saksi bisu dalam puputan Badung.

Meriam di Pura Tambang Badung sebagai peninggalan saat melakukan perlawanan terhadap kolonialisme
Meriam di Pura Tambang Badung sebagai peninggalan saat melakukan perlawanan terhadap kolonialisme

Pujawali di pura ini dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama saat Sugihan Jawa, Purnama Kapat dan Purnama Kadasa saat Bulan April. Saat pujawali, Sanak Prasanak lunga ke Pura Tambang Badung

Tradisi unik yang ada di pura ini adalah Baris Tengklong. Tarian ini ditarikan oleh Banjar Kerandan, karena termasuk tarian sakral

Tarian ini menceritakan kemenangan Raja Badung yang dipimpin oleh Ida Bhatara Macan Gading yang membantu Raja Kelungkung saat menghadapi pemberontakan di Kerajaan Kelungkung.

“Saat dibantu oleh Raja Badung dan diiringi pasukan Baris Tengklong, dan menang. Untuk memperingati, setiap penampahan galungan ditarikan Baris Tengklong di Jaba Pura” jelasnya

Ada juga perang sampian yang ditarikan saat Kuningan, untuk menceritakan membangun jiwa kesatria.

Baca Juga: Mengejutkan! Mantan Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Turun Kasta Latih Barito Putera di Liga 2: Ada Apa Gerangan?

Pelinggih yang ada di pura ini diantaranya pelinggih Pura Taman sebagai stana Ida Bhatari Mas Mararoce, Ida Bhatrao Gayatri.

Selain itu, ada pelinggih pelawatan, ratu ayu calon arang dan barong landing serta topeng dan wayang.

“Ada juga padma anglayang, gedong dalem, pelinggih sanak seperti pasek mayun keniten, palinggih sad kahyangan seperti Besakih, Batur, Batukau, Uluwatu, Sakenan dan Petitenget,” pungkasnya. (dik)

 

 

Editor : I Putu Mardika
#keramik #china #Tambang Badung #pura #Pemecutan #raja