Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petruk Ungkap Asal Mula Ucapan Khas yang Membuatnya Tak Tampil PKB Tahun Ini

I Made Mertawan • Kamis, 5 Juni 2025 | 22:14 WIB
seniman Petruk
seniman Petruk

BALIEXPRESS.ID- Seniman drama gong asal Bangli, Bali, Petruk, kini menjadi perbincangan.

Hal itu menyusul tidak dilibatakannya Petruk dalam pementasan drama gong lawas pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025.

Pemicunya diduga karena salah satu ucapan Petruk di atas panggung yang dianggap kurang pantas.

Petruk kerap mengucapkan kata ‘bangsat’. Ucapan ini pun menjadi salah satu ciri khas seniman berusia 77 tahun itu.

Tak hanya di atas panggung, Petruk mengatakan bahwa masyarakat kerap memintanya menyampaikan itu dalam berbagai kesempatan.

Ditemui di rumahnya di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli pada Kamis (5/6/2025), Petruk menegaskan, masyarakat kurang puas tanpa ada ucapan tersebut.

Ia pun menegaskan, ucapan itu tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun. Itu murni sebatas untuk menghibur.

“(penonton) Mereka justru menanti-nanti kata itu,” jelas seniman dengan nama lengkap I Nyoman Subrata ini.

Petruk yang telah menggeluti kesenian drama gong sejak tahun 1965, menceritakan asal mula penggunaan kata tersebut.

Ia tidak pasti sejak kapan itu menjadi bahan lawakan. Ide itu muncul saat ia masih aktif bekerja sebagai pegawai Tata Usaha (TU) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

Kala itu, seorang pasien asal Buleleng kaget melihat Petruk yang dikenal sebagai pelawak berada di RSJ.

Orang tersebut sempat mengira Petruk sama-sama pasien di sana, sebelum akhirnya tahu bahwa ia adalah pegawai rumah sakit.

Dalam percakapannya, pasien itu sempat menyebut kata “bangsat”, yang kemudian melekat di ingatan Petruk dan akhirnya dijadikan sebagai lawakan yang hingga kini menjadi salah satu ciri khasnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#petruk #drama Gong #pkb