Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petruk Absen di PKB, Arya Wedakarna: Jangan Campur Seni dengan Politik

Putu Ayu Aprilia Aryani • Jumat, 6 Juni 2025 | 15:12 WIB

AWK turut menanggapi soal isu Petruk dilarang tampil di PKB
AWK turut menanggapi soal isu Petruk dilarang tampil di PKB

BALIEXPRESS.ID-Ketidakhadiran seniman senior I Nyoman Subrata alias Petruk dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025 menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Absennya Petruk disebut-sebut terjadi karena terkendala syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh tim kurator.

Baca Juga: Ni Luh Djelantik Kritik Larangan Petruk Tampil di PKB; Fokuslah ke Masalah Nyata

Drama gong lawas yang selama ini menjadi ikon PKB dijadikan percontohan bagi drama-drama gong lainnya, sehingga pemeran diharapkan lebih mengutamakan anggah ungguhang bahasa Bali.

Dalam rapat tim kurasi, ditegaskan bahwa pementasan drama gong sebaiknya menghindari penggunaan bahasa yang tidak senonoh dan kasar, serta mengedepankan unsur edukatif.

Evaluasi dari pelaksanaan PKB 2024 lalu juga menjadi alasan, karena drama gong lawas dinilai masih menampilkan dialog yang kurang pantas.

Meskipun tidak dilibatkan dalam PKB tahun ini, pihak penyelenggara menyebutkan bahwa Petruk Cs tetap akan dilibatkan dalam kegiatan seni lainnya di luar PKB.

Baca Juga: Gubernur Koster Buka Suara Soal Petruk Tak Tampil di PKB, Ngaku Kaget, Minta Jangan Dibawa ke Isu Politik

Namun, isu ketidakhadiran Petruk tidak hanya memancing respons dari warganet, melainkan juga mendapat sorotan dari sejumlah tokoh politik Bali.

Advokat dan politisi Gede Pasek Suardika, hingga Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, turut menyuarakan dukungan terhadap sang seniman kawakan.

Dukungan serupa juga datang dari Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK). Dalam sebuah unggahan video yang direpost dari akun Instagram De Gadjah, AWK menyayangkan tidak dilibatkannya Petruk dalam PKB tahun ini.

“Seni tidak boleh dicampur dendam politik. Video dari De Gadjah @de_gadjah,” tulis AWK singkat dalam keterangan unggahannya, dikutip Kamis, 5 Juni 2025.

Unggahan tersebut segera dibanjiri komentar warganet yang menunjukkan simpati dan dukungan kepada Petruk.

“Cuma drama gong dari Petruk yang saya suka dan Dollar,” tulis akun @kesuma.ayudewi.

“Setuju… kr seni tak ternilai.. dan pekak Petruk amat sangat menghibur… kl drama yg sifatnya lelucon pakai bahasa resmi, ngantuk yg nonton. Salam sesama pencinta seni kak,” ketik akun @dewiindrayani47.

Baca Juga: Tahanan Pelecehan Anak Tewas Dikeroyok, Propam Periksa 3 Petugas Rutan Polresta Denpasar

“Kenapa baru sekarang coba??? Setelah sekian tahun mengabdi dan berjuang buat kesenian,” komentar akun @ariraniparwati.

“Bali itu seni.... tidak menghargai seni seniman Bali berarti tidak cinta Bali,” ketik akun @yudiciprit.

“Dukung penuh kepada kak Petruk. Tolong Ajik bisa bantu kak Petruk jangan sampai di blacklist karena meski kasar itu hanya secara penampilan. Tolong perjuangkan hak seniman Bali, Ajik,” tulis akun @budayanaart_.

Hingga kini, polemik absennya Petruk di PKB XLVII 2025 masih terus bergulir di ruang publik.

Dukungan terhadap Petruk menguat, sementara masyarakat berharap ada ruang dialog antara tim kurator dan para seniman demi menjaga warisan budaya Bali tetap hidup dan inklusif.

 

Editor : Wiwin Meliana
#larangan #arya wedakarna #petruk #pkb