Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TEGAS! Kurator Bantah Larang Petruk Tampil di PKB, Tak Pernah Sebut Satu Nama

Wiwin Meliana • Jumat, 6 Juni 2025 | 15:38 WIB

kurator bantah larang senima Petruk tampil di PKB
kurator bantah larang senima Petruk tampil di PKB

BALIEXPRESS.ID-Isu pelarangan seniman drama gong legendaris I Nyoman Subrata alias Petruk tampil di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 akhirnya diluruskan langsung oleh tim kurator.

Mereka menegaskan bahwa tidak pernah ada keputusan untuk melarang Petruk ataupun sanggarnya tampil dalam PKB.

Baca Juga: Buntut Didemo Siswa, Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepsek SMAN 9 Tambun

Penegasan ini disampaikan oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, selaku kurator PKB, usai rapat pleno bersama tim kurator lainnya di Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/6/2025).

 Turut hadir dalam konferensi tersebut Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Komang Sudirga, dan I Gede Nala Antara.

“Tidak ada pelarangan terhadap Petruk atau seniman manapun. Arahan kami bersifat umum, ditujukan kepada semua peserta PKB agar menjaga marwah dan nilai-nilai kesenian Bali,” ujar Prof. Dibia.

Menurutnya, arahan yang dikeluarkan kurator bukan bentuk sensor atau intervensi, melainkan upaya membimbing agar kesenian yang ditampilkan dalam PKB mengedepankan etika, estetika, dan edukasi.

 Ia menekankan bahwa seni drama gong, sebagai warisan budaya Bali, harus tetap bebas namun bertanggung jawab.

Baca Juga: Petruk Absen di PKB, Arya Wedakarna: Jangan Campur Seni dengan Politik

“Drama gong dahulu tidak pernah memisuh di panggung. Kami hanya mengingatkan agar seniman tetap menjaga kualitas karya, bukan melarang,” jelasnya.

Senada, Prof. Bandem menambahkan bahwa kurator tidak pernah menyebut nama tertentu untuk dibatasi ruang tampilnya.

Justru sebaliknya, mereka memberi ruang yang luas selama seniman dapat menyesuaikan diri dengan semangat PKB sebagai forum budaya yang mendidik.

“PKB bukan hanya soal hiburan. Ini adalah panggung budaya. Jadi, ada tanggung jawab moral dalam setiap ekspresi yang tampil,” ujarnya.

Tim kurator juga menyebut keberhasilan pendekatan serupa pada pertunjukan joged bumbung, yang selama beberapa tahun terakhir tampil lebih santun dan sesuai dengan konteks budaya, setelah sebelumnya sempat ramai karena gaya pentas yang dianggap terlalu vulgar.

Baca Juga: Ni Luh Djelantik Kritik Larangan Petruk Tampil di PKB; Fokuslah ke Masalah Nyata

“Kita ingin PKB tetap menjadi tontonan yang memberi tuntunan. Ruang berekspresi tetap terbuka, tapi mari bersama jaga kesantunan,” pungkas Prof. Dibia.

Dengan penegasan ini, tim kurator berharap publik tidak lagi terbawa oleh narasi yang menyudutkan pihak tertentu, dan tetap mendukung pelestarian seni Bali dengan semangat saling menghargai.

Editor : Wiwin Meliana
#larangan #KURATOR #petruk #pkb