Pernyataan Petruk yang Absen di PKB 2025: Ada Apa dengan Sang Maestro Lawak?
I Putu Suyatra• Sabtu, 7 Juni 2025 | 17:39 WIB
AWK turut menanggapi soal isu Petruk dilarang tampil di PKB
BALIEXPRESS.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia seni Bali! I Nyoman Subrata, maestro lawak Drama Gong yang akrab disapa Petruk, dipastikan tak akan tampil dalam pementasan Drama Gong di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025.
Benarkah sang legenda telah menyerah? Jawabannya justru sebaliknya: semangat Petruk tak sedikit pun padam!
Syarat Baru PKB Jadi Alasan, Petruk Tetap Legawa
Ditemui di kediamannya yang asri di Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli, pada Kamis (5/6/2025), Petruk yang selalu identik dengan tawa dan keceriaan, terlihat santai menanggapi berita yang sempat viral tersebut.
Ternyata, absennya Petruk bukan karena masalah pribadi atau keengganan, melainkan karena adanya syarat dan ketentuan baru terkait penggunaan kata-kata dalam pementasan PKB tahun ini.
Meski demikian, Petruk, yang telah mengabdi pada kesenian Bali selama setengah abad ini, menegaskan komitmennya tak goyah.
"Walaupun terjadi berbagai hal yang tidak mengenakkan, itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan, namun itu tidak akan mematahkan semangat saya untuk terus menghibur masyarakat," tukasnya dengan bijak, menunjukkan kedewasaan dan kecintaannya pada seni.
Setengah Abad Menabur Tawa: Dedikasi Tanpa Henti di Jalur Adat
Di usia senjanya, intensitas pementasan Petruk memang mulai berkurang. Kini, ia hanya tampil dua kali seminggu, meskipun tawaran terus membanjiri.
Ditanya soal ciri khas lawakannya yang selalu dinanti penonton, Petruk justru merendah.
"Bahkan setiap pentas, baik itu di acara adat, acara pemuda dan sebagainya, para penonton selalu menunggu kata-kata yang diucapkan dan mampu membuat penonton tertawa,” ujarnya, seolah tak menyadari bahwa ia adalah sang penabur tawa sejati.
Bagi Petruk, tak ada kata berhenti untuk terus melestarikan seni dan budaya adat Bali.
Semangat dan dedikasinya patut diacungi jempol. Ia membuktikan bahwa panggung bisa berganti, namun jiwa seni sejati akan selalu menemukan jalannya, terutama di jalur adat yang dicintainya.
Pengabdian Petruk adalah cerminan ketulusan seorang seniman yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya.
Meski tak akan kita lihat di panggung PKB tahun ini, kehadiran dan pengaruh Petruk dalam seni lawak Drama Gong Bali tak akan pernah pudar.
Bagaimana cara Petruk akan terus menghibur dan melestarikan seni di luar panggung PKB? Kita tunggu saja kejutan dari sang maestro! ***