BALIEXPRESS.ID- Terkait adanya pernyataan Perbekel Baturiti Made Suryana yang dilontarkan di hadapan warga dalam sebuah rapat,terkait penolakannya menandatangani proposal pengajuan bantuan jika ada label Partai Gerindra, sangat disayangkan oleh Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Juliastrawan.
Menurut Wawan, pernyataan Made Suryana dinilai tidak pantas dilontarkan oleh seorang pemimpin, apalagi saat ini sudah dalam kondisi yang sangat kondusif setelah proses Pemilu/Pilkada selesai.
“Menurut saya baik secara pribadi maupun sebagai ketua Partai, pernyataan itu sangat tidak pantas. Pasalnya saat ini perhelatan politik sudah selesai dan kami kami juga sudah legowo dengan hasil pemilu/Pilkada yang sudah lewat,” ungkapnya Minggu (8/6).
Baca Juga: CATAT! Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Diluncurkan 16 Juni 2025: Ini Keunggulannya
Pernyataan yang dilontarkan oleh Made Suryana, menurut Wawan adalah salah satu bentuk upaya intimidasi yang dilakukannya terhadap masyarakat di Kabupaten Tabanan, dan kondisi ini diakuinya sudah sering terjadi.
Dilanjutkan Wawan, saat ini semua pihak termasuk Partai yang kalah dalam perhelatan Politik yang lalu sudah bekerja dengan baik untuk memajukan Kabupaten Tabanan, tanpa harus mengkotak-kotakan masyarakat.
Karena tindakan yang dilakukan oleh Made Suryana itu menurutnya berpotensi memecah belah masyarakat dan nilai-nilai persatuan yang selama ini dikatakannya sudah terjalin dengan baik.
Untuk itu, Wawan berharap Tindakan yang dilakukan oleh Made Suryana mendapat tindakan tegas, baik dari stakeholder yang berwenang ataupun diproses hingga ke ranah hukum.
Selain untuk memberikan efek jera, dengan adanya sanksi ini tidak akan ada lagi kejadian seperti itu.
Baca Juga: Kisah di Balik Minyak Kalimosada, Hanya diracik saat Purnama, Diyakini Menetralisir Energi Negatif
“Kami berharap apa yang dilakukan oknum Perbekel ini mendapat sanksi yang tegas dari pihak yang berwajib. Supaya hal seperti ini tidak terulang lagi, karena selama ini di kabupaten Tabanan sudah banyak sekali kasus seperti itu,” ungkapnya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, pernyataan Perbekel Desa Baturiti, Made Suryana, viral setelah Made Muliawan Arya alias De Gadjah, Calon Gubernur Bali Pilkada 2024 lalu, mengunggah postingan melalui akun media sosialnya, @de_gadjah.
Pada Jumat (6/6), mengunggah video berisi rekaman suara milik Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, I Made Suryana.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar pernyataan kontroversial yang dilontarkan Made Suryana di hadapan warga, terkait penolakannya menandatangani proposal pengajuan bantuan jika ada label Partai Gerindra.
Editor : IGA Kusuma Yoni