BALIEXPRESS.ID - Ketidakhadiran seniman kawakan I Nyoman Subrata, yang lebih dikenal dengan nama Petruk, dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025 memicu perdebatan publik, khususnya kalangan pecinta seni drama gong lawas.
Keputusan ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Warganet dan sejumlah tokoh politik menyampaikan kecaman atas tidak tampilnya Petruk di panggung PKB tahun ini.
Sejumlah nama seperti Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK), Ni Luh Djelantik, tokoh politik De Gadjah, hingga tokoh-tokoh lainnya turut menyuarakan dukungan terhadap sosok legenda lawak Bali tersebut.
Dukungan terhadap Petruk pun terus mengalir, termasuk dari penyanyi dan musisi pop Bali, Gede Astawa Ary Kencana atau yang akrab disapa Ary Kencana.
Pada Minggu, 8 Juni 2025, donasi untuk Petruk yang digalang Ary Kencana akhirnya terkumpul senilai Rp 8 juta yang langsung diserahkan kepada sang seniman.
“BAPA PETRUK TERHARU....Begitu besar Dukungan penggemar Kepada Bliau... 8 juta Rupiah terkumpul sebagai ganti Honor tidak Tampil di PKB ...di mana uang ini didapat, dari Hasil Urunan Semua Penggemar yg Sudah Transfer...” tulis Ary Kencana dalam unggahan videonya, dikutip Senin, 9 Juni 2025.
“Tadi saya liat ada yg tf lagi...Besok kita cek brapa jumlahnya yg masuk lagi ...akan kita kirim lagi ke Bapa Petruk...SUKSEMA UNTUK SEMUA PENGGEMAR YG SUDAH MENSUPORT MEMBERI SEMANGAT KE KAK PETRUK.” tutup Ary Kencana.
Dalam unggahan video di akun Instagram @ary_kencana, tampak Ary Kencana dan istrinya menyerahkan langsung donasi tersebut.
Mereka terlihat saling berpelukan, dan Petruk tampak terharu hingga meneteskan air mata.
“Kata-kata hari ini luar biasa, walaupun tidak sedarah tapi peduli dengan Petruk. Luar biasa. Terima kasih perhatiannya pada orang tua,” ujar Petruk sambil berlinang air mata.
Unggahan ini sontak mendapatkan respons positif dari warganet. Video tersebut bahkan telah disukai lebih dari 17 ribu akun.
“Carilah tempat dimana Anda dihargai.. Anda adalah legenda hidup kami...” tulis akun @gusti_ketut_arnama_putra.
“Panjang umur Bapak Petruk.. tanpa ada bapak, tidak ada hiburan bagi kami rakyat Bali. Rahayu orang baik..” ketik akun @cicax1682.
“Luar biasa pekak Petruk , taksu seseorang legenda seorang seniman tidak akan pernah redup .walau dimana saja, pasti ada rejeki lain untuk pekak Petruk tercintaaaa.” komentar akun @_iispandaa.
“Kok sedih sampai meneteskan air mata melihat postingan ini, Semangat dan Rahayu Bape,,, seniman legend, jiwa seni ngga akan pernah hilang dari hati saya,” ketik akun @indrayantiparassri.
“Keren trimakasi nggih orang baik.. Petruk itu seniman yg belum ada ngalahin lawakannya ...” ketik akun @varash_anava_bali.
Gelombang dukungan terhadap Petruk menunjukkan bahwa sosoknya bukan sekadar pelawak, tetapi telah menjadi ikon budaya yang melekat di hati masyarakat Bali.
Di tengah dinamika kebijakan kesenian, solidaritas yang ditunjukkan para seniman, tokoh publik, dan warganet menjadi pengingat kuat bahwa penghargaan terhadap dedikasi seniman seharusnya tak dibatasi oleh panggung formal.
Meski tak tampil di PKB 2025, Petruk tetap hadir di hati publik sebagai legenda lawak yang tak tergantikan. (*)
Editor : Nyoman Suarna