BALIEXPRESS.ID - Insiden longsor yang terjadi di salah satu aliran sungai di Gianyar dan menyebabkan sebuah ekskavator jatuh ke dalam sungai, kini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh pegiat lingkungan asal Bali, Ni Luh Djelantik.
Dalam unggahan di media sosial, Ni Luh Djelantik meluapkan kekecewaannya atas proyek yang diduga menyebabkan kerusakan lingkungan tersebut.
Ia menyebut tindakan perusakan alam sebagai perbuatan yang paling hina.
"Penghancur alam adalah makhluk paling hina di bumi. Karma tidak pernah kehilangan alamat. Serakah hari ini, bencana esok hari," tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang seharusnya dijaga, bukan dirusak oleh segelintir manusia yang rakus demi kepentingan pribadi.
"Alam diciptakan Tuhan, namun dirusak oleh segelintir manusia rakus," tambahnya.
Ni Luh Djelantik menyoroti bahwa tanah longsor dan eskavator yang jatuh ke sungai bukan hanya mengancam keindahan dan keamanan wisata, tetapi juga membahayakan nyawa wisatawan dan warga sekitar.
"Bayangkan jika longsornya lebih parah. Eskavator itu bisa menewaskan siapa saja, bukan hanya wisatawan, tapi juga masyarakat yang melintas," ujar Ni Luh Djelantik.
Lebih lanjut, ia meminta aparat berwenang, khususnya @polresgianyar_ , untuk memeriksa perizinan proyek tersebut, dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap kelestarian lingkungan dan prosedur keselamatan.
Unggahan ini menuai komentar dari para netizen di media sosial.
“Parahhhh…?!? Semua lapisan tanah ibu pertiwi dirusak hanya buat kepentingan sesaat,” tulis akun @harryyudhaprawira
“Ketamakan membuat ga pernah kenyang… sampe ga tau apa lagi yang mau dimakan,” tulis akun @joannamelissa_joiejojo.
“Bikin air jadi keruh dan mempercepat pendangkalan sungai,” tulis akun @tardjo89. (*)
Editor : Nyoman Suarna