Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Akhirnya! Paguyuban Drama Gong Lawas Minta Maaf, Berharap Polemik Diakhiri

Putu Ayu Aprilia Aryani • Senin, 9 Juni 2025 | 23:10 WIB
ABSEN: Legendaris pelawak drama gong Bali, Petruk, absen menghibur penonton di PKB tahun 2025.
ABSEN: Legendaris pelawak drama gong Bali, Petruk, absen menghibur penonton di PKB tahun 2025.

BALIEXPRESS.ID - Ketua Paguyuban Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana, SH., M.Kn., menyampaikan permohonan terbuka kepada seluruh masyarakat dan insan seni Bali untuk mengakhiri polemik seputar ketidakhadiran Petruk CS dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025.

Pihaknya berharap agar perhatian dapat kembali difokuskan pada semangat berkesenian yang menjadi ruh dari PKB setiap tahunnya.

“Demikian yang dapat kami sampaikan, dengan kerendahan hati kalau boleh kami minta agar polemik ini segera diberhentikan,” ujar Agung Aryana.
Agung menegaskan bahwa kondisi internal Paguyuban Drama Gong Lawas saat ini dalam keadaan kondusif dan harmonis.

“Dan juga perlu kami sampaikan bahwa kami di sini dalam keadaan baik-baik saja, dan sangat guyub. Para semeton sareng sami mungkin sampun uning sapuniki tyang sareng sami, pragina titian, seniman titiang taler semeton titiang ring penabuh tan wenten masalah napi. Semua dalam kondisi baik-baik manten,” jelas Agung.

Ia juga menepis isu perpecahan antara Paguyuban dengan pihak Petruk CS, dan menekankan bahwa komunikasi masih terjalin dengan baik.

“Perlu kami sampaikan, bahwa hubungan kami dengan Pekak Petruk CS selalu terjaga dan terjalin dengan baik sekali. Bahkan 2 hari lalu tyang sempat telepon Pekak Petruk, baik sekali komunikasi kita terjalin dengan cukup baik. Kalo semeton tidak percaya bisa tanyakan ke Pekak Petruk nggih.” Ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Agung Aryana menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat ucapan atau sikap yang kurang berkenan selama polemik ini berlangsung.

“Kami dari Paguyuban Drama Gong Lawas mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang salah ucap pada saat kami menampilkan pernyataan klarifikasi ini ataupun ada hal-hal lain yang tidak berkenan selama ini,” ujar Agung

Dalam kesempatan itu, Agung juga menuturkan kembali sejarah terbentuknya Paguyuban Drama Gong Lawas pada 2022 lalu.

“Paguyuban Drama Gong Lawas niki didirikan sekitar tahun 2022. Punika wantah inisiasi titiang sendiri, kesarengang pengurus sareng sami sane betul-betul pecinta seni drama gong. Waktu berjalan, ide titiang puniki disambut baik sareng semeton titian pragina sane sampun lingsir taler semeton titian saking penabuh sane sampun riin mengabdi ring drama gong, sampun megadang mekelemah mejujuk,” jelasnya.

Ia mengungkapkan rasa bangga dan haru atas antusiasme masyarakat serta dukungan dari sesama seniman.

“Titiang terharu kepada masyarakat sareng sami, antusias lan dukungannya menunggu-nunggu kehadiran titian ring Paguyuban Drama Gong Lawas.”

Agung menambahkan, semangat gotong-royong dan rasa hormat terhadap para seniman lawas menjadi pilar utama berdirinya paguyuban ini.

“Titiang sareng pengurus mengutsaha pang paguyuban niki sida berdiri dan sampai mangkin sida guyub. Titiang sareng sami menyambut dengan gembira mangda titiang prasida ngaturang ayah padahal kadi baos titiang iwau, nenten polih jadwal, titiang lansung menghadap Disbud dengan pertimbangan-petimbangan titiang saking seniman lawas maka sami lascarya jagi ngaturin ayah. Taler menjawab kerinduan masyarakat akan kehadiran drama gong lawas.” Jelas Agung lagi.

Kepercayaan dari Dinas Kebudayaan untuk tampil di panggung utama PKB, menurut Agung, merupakan bentuk apresiasi bagi para seniman yang telah puluhan tahun mendedikasikan diri di bidang seni.

Menjelang perhelatan PKB 2025, Agung Aryana kembali memohon agar polemik yang sempat berkembang bisa segera disudahi.

Dalam video pernyataan dan klarifikasi tersebut dirinya juga menjelaskan bahwa Paguyuban Drama Gong Lawas (DGL) tetap akan pentas di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali pada 2 Juli 2025 mendatang. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#maaf #polemik #petruk #Paguyuban Drama Gong Lawas #dgl