Horor di Jalan Besang, Karangasem: Kecelakaan Beruntun Akibat Solar Tumpah, Puluhan Pengendara Jadi Korban!
I Putu Suyatra• Selasa, 10 Juni 2025 | 03:14 WIB
Petugas Damkartan Karangasem saat melakukan penyemprotan ceceran solar di wilayah Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Minggu (8/6) kemarin. (Foto Petugas Damkartan Karangasem. )
BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Raya Besang, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Minggu (8/6). Jalanan yang licin bak lintasan es menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan setidaknya empat pengendara motor.
Pemicunya? Ceceran solar yang diduga berasal dari truk tangki yang bocor!
Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Kepala Wilayah (Kawil) Besang, Ngurah Agus Sutaja, membenarkan insiden ini.
"Karena banyak pengendara yang tidak tahu (ada solar), akhirnya banyak yang jatuh. Sampai mengalami luka-luka," ungkapnya.
Beruntung, laporan yang diterima menyebutkan bahwa semua korban hanya mengalami luka ringan dan tidak ada yang serius.
Namun, panjangnya ceceran solar yang mencapai sekitar 800 meter ini sungguh membahayakan dan bisa memicu kecelakaan fatal lainnya jika tidak segera ditangani.
Merespons cepat, pihak Kawil Besang langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Karangasem.
Tak butuh waktu lama, tim Damkartan tiba di lokasi dan segera melakukan pembersihan intensif.
Kepala Damkartan Karangasem, I Made Agus Budiyasa, menjelaskan proses pembersihan tersebut.
"Kami menaburkan deterjen terlebih dahulu di sepanjang jalan yang kemudian disemprot dengan air. Air yang dihabiskan sekitar 7 ribu liter air," jelasnya.
Berkat kesigapan berbagai pihak, saat ini kondisi jalan sudah bersih dari ceceran solar dan aman untuk dilalui.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika menemukan kondisi jalan yang membahayakan.
Siapa yang bertanggung jawab atas ceceran solar yang menyebabkan kekacauan ini?
Dan bagaimana langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari? Kita nantikan perkembangan selanjutnya. ***