AMOR ING ACINTYA! Kabar Duka Selimuti Puri Agung Gianyar: Putra Tunggal Mantan Bupati Berpulang, Persiapan Palebon Megah Dimulai!
I Wayan Ananda Mustika Putra• Rabu, 11 Juni 2025 | 03:07 WIB
Anak Agung Gde Raka Semara Putra, 49, semasa hidupnya.
BALIEXPRESS.ID – Suasana duka menyelimuti Puri Agung Gianyar. Anak Agung Gde Raka Semara Putra, putra tunggal dari mantan Bupati Gianyar dua periode (2003–2008 dan 2013–2018), AA Gde Agung Berata yang kini bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar, telah berpulang ke pangkuan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 24 Mei 2025, pukul 20.45 WITA, di RS Prof Ngoerah, Denpasar, setelah berjuang melawan sakit.
Puri Agung Gianyar Larut dalam Duka: Persiapan Upacara Palebon Adat Bali Dimulai
Kepergian mendiang AA Gde Raka Semara Putra membawa kesedihan mendalam bagi seluruh keluarga besar Puri Agung Gianyar.
AA Gde Mayun SH, Manggala Utama Puri-Puri Pratisentana Ida Bhatara Manggis Kuning, mengungkapkan bahwa kabar duka ini membuat seluruh keluarga besar Puri Agung Gianyar dan "Sameton" di 16 Puri di lingkungan warih Ida Bhatara Manggis Kuning larut dalam suasana berkabung.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Dr. Putu Manik Prihatini ST MT (45), serta dua buah hati, AA Gde Oka Adyatma Prabaswara (18) dan AA Istri Sri Kayana Dewi (16).
Upacara Palebon Megah: Puncak Penghormatan Terakhir pada 13 Juni 2025
Setelah melalui rapat keluarga yang melibatkan trah Puri, petunjuk dari Bhagawanta Puri, serta koordinasi dengan banjar dan desa adat sekitar, diputuskan bahwa upacara puncak Palebon akan dilangsungkan pada Sukra Umanis Merakih, Jumat, 13 Juni 2025.
Rangkaian upacara telah dimulai sejak 27 Mei 2025 dengan acara Nuasen Karya dan Masiram Alit.
Kemudian dilanjutkan pada Minggu, 8 Juni 2025, dengan acara Nyurat, Ngareka Kajang, dan Melaspas Alit.
Hari ini, Rabu, 11 Juni 2025, akan dilaksanakan serangkaian upacara penting lainnya seperti Masiram, Malelet, Munggah Tumpang Salu, Ngaturang Ayaban, dan Mendak Toya Ning.
Prosesi ini akan dilengkapi dengan Ngaskara dan Pamerasan, diiringi Sasolahan Topeng Sidakarya dan Wayang Gedog.
Jenazah akan disemayamkan di Semanggen, sebuah kompleks khusus di area Puri yang diperuntukkan bagi acara Palebon.
Kemegahan Puncak Palebon: Dari Gambuh Masutasoma Hingga Patulangan Lembu Cemeng
Saat puncak Palebon pada 13 Juni 2025, kemegahan upacara akan semakin terasa dengan pementasan Sasolahan Gambuh Masutasoma, persembahan Gambuh dari Desa Buda Keling, Karangasem.
Puncaknya, jenazah akan dijemput dan diturunkan dari Bale Semanggen oleh keluarga dan kerabat dekat, kemudian diusung ke luar melalui Pamedal Agung Puri, melewati area Ancak Saji, sebelum akhirnya dimasukkan pada Bade Tumpang Sia dan diberangkatkan menuju Setra Desa Adat Beng.
Setibanya di Setra, jenazah akan diperabukan dalam patulangan berwujud Lembu Cemeng atau lembu berwarna hitam.
Seluruh rangkaian Upacara Palebon akan diakhiri dengan upacara Nganyut, yang dilaksanakan di Pantai Masceti, Blahbatuh, Gianyar.
Lebih dari Sekadar Upacara: Pelestarian Adat dan Budaya Luhur Bali
Upacara Palebon ini bukan hanya menjadi penghormatan terakhir bagi almarhum, melainkan juga bagian integral dari pelestarian adat dan budaya luhur Bali yang selalu dijunjung tinggi oleh Puri Agung Gianyar.
Rangkaian upacara besar ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Banjar dan Desa Adat di lingkungan Puri, seperti Banjar Adat Sengguan Kawan, Banjar Adat Sengguan Kaja Kangin, Banjar Sangging, Banjar Pasdalem Kaja Kangin, Desa Adat Abianbase, dan Desa Adat Samplangan, menunjukkan kuatnya ikatan komunitas dalam melestarikan tradisi.