Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Saksi Mata Ungkap Detik-Detik Mencekam Pembunuhan di Bali: Dia Teriak Seperti Mau Nyerang!

I Putu Suyatra • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:29 WIB

Jaksa menggiring terdakwa Bastomi Prasetiawan usai menjalani sidang pembuktian di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (10/6/2025). ANTARA/Rolandus Nampu
Jaksa menggiring terdakwa Bastomi Prasetiawan usai menjalani sidang pembuktian di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (10/6/2025). ANTARA/Rolandus Nampu

BALIEXPRESS.ID – Sidang pembuktian kasus pembunuhan yang menggemparkan di Jalan Nangka Utara, Denpasar, Bali, kembali digelar di Pengadilan Negeri Denpasar pada Selasa (10/6).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Denpasar menghadirkan dua saksi kunci yang kesaksiannya berhasil menguak detik-detik tragis tewasnya Kadek Parwata di tangan terdakwa Bastomi Prasetiawan.

Dua saksi yang hadir adalah I Wayan Wawa Anggara, teman yang membonceng korban saat kejadian, dan Ni Komang Parwati, adik kandung korban.

Baca Juga: Cerita di Balik Jeruji Besi: Tahanan Polsek Kuta Selatan Meninggal Dunia, Polresta Denpasar Beri Klarifikasi Mengejutkan!

Keterangan dari Wawa khususnya, membuka tabir mengenai insiden berdarah yang terjadi di depan sebuah warung itu.

Kesaksian Heroik Teman Korban: Pertaruhan Nyawa Melawan Penikam

Di hadapan Majelis Hakim I Putu Agus Adi Antara, saksi Wawa dengan detail menceritakan kronologi kejadian yang bermula saat ia dan korban melayat ke Peguyangan Kaja pada Kamis (13/2) dini hari.

Keduanya kemudian berboncengan motor menuju Warung Auna di Jalan Nangka Utara untuk membeli rokok.

"Di warung tersebut, tiba-tiba saja mereka melihat ada seorang laki-laki yaitu terdakwa Prasetiawan yang berteriak-teriak dengan gestur seolah akan menyerang ke arah mereka berdua," terang Wawa.

Baca Juga: Bung Towel Bikin Geger! Komentar Jam Rolex Jadi Sorotan Usai Timnas Indonesia Dibantai Jepang 6-0!

Yang lebih mengejutkan, terdakwa Prasetiawan saat itu berteriak dengan nada mengancam.

"Kamu kenal sama saya? Kamu kenal sama saya? Saya kan jadi bingung, ini orang kenapa, dia teriak seperti mau nyerang," katanya.

Wawa melanjutkan, korban Parwata kemudian turun dari motor bermaksud untuk menghadang terdakwa.

Tanpa disadari Wawa, Prasetiawan mendorong korban hingga terjatuh.

Barulah setelah korban tersungkur, Wawa menyadari bahwa terdakwa telah mengeluarkan sebilah pisau dan menikam Parwata.

Aksi heroik pun terjadi! Ketika terdakwa hendak menikam korban untuk kedua kalinya, Wawa memberanikan diri untuk menghadang Prasetiawan.

"Korban saat itu masih bisa berdiri, tetapi kemudian dia bilang dia kena tusukan," ujar Wawa menirukan ucapan korban.

Melihat kondisi temannya, Wawa segera membawa korban ke RS Bakti Rahayu.

Namun, nyawa Parwata tak tertolong dan ia meninggal dunia diduga karena kehabisan darah.

Wawa yang mengaku tidak mengenal terdakwa dan tidak memiliki masalah dengannya, hanya bisa terdiam dan mengiyakan seluruh kesaksiannya saat dikonfirmasi oleh Majelis Hakim.

Baca Juga: Teror Mencekam Mahasiswa Papua di Denpasar: Paket Kepala Babi Busuk Gegerkan Kontrakan!

Luka Mendalam Keluarga dan Penantian Keadilan

Sementara itu, saksi Komang Parwati, adik kandung korban, mengaku syok saat menerima telepon yang memintanya segera datang ke RS Bhakti Rahayu karena kakaknya telah tiada.

"Saya lihat ada luka tusuk pada rusuk kiri korban, dan beberapa bagian tubuh lainnya," ungkap Parwati.

Parwati juga berinisiatif mendatangi TKP yang masih ramai orang, lalu melapor ke polisi sesuai arahan warga.

Ia menegaskan bahwa kakaknya tidak memiliki riwayat penyakit apa pun dan dalam kondisi sehat saat pamit dari rumah.

Baca Juga: 3 FAKTA HOROR! Bocah SD Klungkung Jadi Korban Nafsu Bejat Dua Pria, Terungkap Modus Kenalan Medsos dan Bujuk Rayu!

Ia juga mengaku tak tahu menahu jika kakaknya memiliki masalah dengan orang lain.

Yang lebih memilukan, Parwati mengungkapkan bahwa hingga kini, tak ada permintaan maaf, belasungkawa, atau santunan dari pihak terdakwa maupun keluarganya.

Sidang kasus pembunuhan ini masih akan terus berlanjut. Keterangan dua saksi ini diharapkan dapat membawa titik terang dan keadilan bagi almarhum Kadek Parwata serta keluarganya yang kini berjuang mencari kejelasan.

Akankah terdakwa Prasetiawan mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya? Kita nantikan kelanjutan persidangan. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pembunuhan #denpasar #Kadek Parwata #bastomi prasetiawan