BALIEXPRESS.ID-Tokoh seni Blauk akhirnya angkat bicara soal kabar yang menyebutkan karakter “Petruk” dilarang tampil dalam pentas Drama Gong di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini.
Klarifikasi disampaikan langsung olehnya dalam episode terbaru podcast Jeg Bali, yang tayang pada Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Dishut Bali Klarifikasi Isu Alih Fungsi Hutan Desa Sepang: Tegaskan Tetap Sesuai Regulasi
Nama Petruk menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan bahwa tokoh tersebut tidak diikutsertakan dalam pentas Drama Gong PKB tahun ini.
Banyak yang mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut, mengingat Petruk dikenal sebagai karakter ikonik yang kerap menyuarakan kritik sosial dengan jenaka.
Dalam podcast tersebut, Blauk menjelaskan dengan tenang namun penuh ketegasan bahwa sebenarnya tidak ada larangan langsung terhadap dirinya atau tokoh Petruk.
Namun, ia mengakui bahwa proses dan dinamika internal membuatnya pada akhirnya tidak bisa tampil.
“Tidak ada yang secara langsung melarang. Tiang inget tanggalnya, karena tiang dihubungi oleh pihak Drama Gong Lawas,” ungkap Blauk.
“Tiang sangat bangga, karena Drama Gong Lawas ini dibentuk sebagai wadah bagi para penglingsir untuk tampil kembali. Tiang sangat terharu bisa terlibat.”
Blauk mengatakan bahwa awalnya ia telah dijadwalkan tampil pada 2 Juli dan bahkan rela membatalkan pekerjaan lain demi menghormati kesempatan tersebut. Namun beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar mengejutkan melalui telepon.
Ternyata, telah dilakukan audiensi antara tim pengawas PKB dengan pihak peserta. Salah satu hasil audiensi tersebut adalah adanya larangan penggunaan kata-kata kasar, khususnya kata “bangsat,” dalam pementasan Drama Gong.
“Pengawas menyampaikan agar tidak ada kata ‘memisuh’, khususnya kata bangsat, yang selama ini biasa Petruk ucapkan sebagai bagian dari dialog. Karena itu, pengurus PKB akhirnya dengan sangat berat hati memutuskan agar Petruk tidak tampil,” ujar Blauk.
Klarifikasi Blauk menuai banyak simpati dari publik, terutama dari para netizen yang menonton episode podcast tersebut. Sejumlah komentar menunjukkan dukungan moral dan apresiasi atas sikap terbuka Blauk.
Baca Juga: Profil Hikmatullah; Anggota DPRD Cilegon Viral Usai Tabrak Pendemo, Punya Harta Kekayaan Fantastis
“Ternyata Blauk intelek, cerdas, satwane konye metatakan sebelum nyatwa diawali nunas ampura mantep,” tulis akun @ovansudarsana.
“Suksma Bli Blauk, sampun berada di sisi pekak,” komentar akun @wayanguartama9866.
“Salut Bli Blauk, cerdas menyikapi. Rahayu, sukses selalu dan sehat-sehat,” ungkap akun @NiwayanM58.
Blauk menutup pernyataannya dengan harapan agar ruang ekspresi di panggung tradisi tetap terbuka, namun tetap dalam koridor nilai-nilai budaya Bali yang santun.
Editor : Wiwin Meliana