Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polemik Mundurnya Petruk dari Drama Gong Lawas: Blauk Tegaskan Tak Ada Unsur Politik

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 11 Juni 2025 | 17:34 WIB

Petruk dan Blauk klarifikasi soal kisruh PKB 2025
Petruk dan Blauk klarifikasi soal kisruh PKB 2025

BALIEXPRESS.ID-Polemik mundurnya seniman senior Petruk dari keanggotaan Paguyuban Drama Gong Lawas masih menjadi sorotan warganet, khususnya setelah sang maestro tampil di Podcast Jeg Bali bersama Blauk, sesama seniman drama gong.

Dalam perbincangan tersebut, keduanya mengungkap alasan emosional dan etis di balik keputusan tersebut.

Baca Juga: Petruk Beber Alasan Keluar dari Paguyuban Drama Gong Lawas

Blauk secara tegas membantah anggapan bahwa mundurnya Petruk berkaitan dengan politik.

Ia menyatakan bahwa ini semata-mata bentuk empati terhadap seniman sepuh yang memiliki rekam jejak seni yang luar biasa.

“Ampunang di kaitkan dengan politik segala macem, niki adalah empati kepada orang tua yang mempunyai karya seni,” ujar Blauk dikutip Rabu, 11 Juni 2025.

Ia juga mengkritisi kecenderungan publik yang baru menghargai seniman setelah meninggal, dengan menyinggung almarhum Dolar yang semasa hidup jarang dijenguk meski kini banyak yang menyatakan rindu.

“Empati nika dumun, pidan bin kita mengapresiasi anak lingsir? Setelah meninggal? Almarhum Pak Dolar liu kan nake komen, kangen Pak Dolar. Men pidan semasih beliau ada apa yang kalian perbuat. Pas ragane gelem taen nengokin,” lanjutnya.

Baca Juga: Loyalitas untuk Timnas Indonesia! Ultras Garuda Bali Tetap Semangat Nyanyi Indonesia Pusaka Setelah Kalah dari Jepang

Petruk kemudian menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil setelah merasa tidak mendapat jaminan kehadiran dalam pementasan.

Ia juga menyoroti penggunaan kata-kata kasar oleh kurator, yang dinilai tidak pantas dalam konteks kesenian tradisional.

“Disamping nto juga gini, pekak berani ngambil sikap, seingat pekak biar tue, Ida Sang Hyang Widhi upasaksi niskala ne to. Karena pekak tidak dijamin, di pengurus tidak menjamin untuk kehadiran pekak, disamping itu dari kurator nto ada kata-kata ‘bangsat’. Coba jangan isi kata-kata itu,” ujar Pekak Petruk.

Erwin, host Podcast Jeg Bali, mencoba memahami perasaan Petruk yang menurutnya tersinggung atas penyebutan kasar dalam forum publik.

“Ane ngomong nyen, yen kak karena merasa diri, cetusan di mata publik nak pekak gen nake nganggo bahasa nto.” Ujar Petruk.

Menurut Petruk, bahwa penjelasan larangan harusnya menyeluruh dan tidak menyinggung salah satu kata ‘bangsat’ yang dilarang digunakan saat pentas di PBK 2025.

“Coba oraang umum gen pemain drama de memisuh, de jorok, de jaruh ngudiang kak sing anu. Akhirnya mengambil keputusan dengan tidak panjang lebar, pengurus tidak menjamin dengan kehadiran kami. Sikap kami mohon pamit, mundur dari kru Drama Gong Lawas,” ujar Petruk.

Menanggapi isu bahwa dirinya mempengaruhi keputusan Petruk, Blauk menampiknya dengan tegas.

Baca Juga: Bikin Baper! Dedi Mulyadi Tanyakan Restu Nikah ke Putrinya di Hadapan Sherly Laos

“Kan banyak beredar isu, bahwa Blauk mengendalikan Petruk, mungkin kalo di denger sama keluarganya Pekak mungkin ketawa, anaknya cucunya. Yen mule tyang nyetir bapak (Petruk) kan uling mekelo tyang orin suud ragane.”

Blauk juga mengungkap bahwa ia bersama ayahnya, Perak, mundur dari paguyuban pada tanggal 27 Mei 2025, jauh sebelum isu tersebut viral di media sosial pada 4 Juni.

Saat ditanya alasan Perak ikut mundur, Blauk menjawab singkat bahwa nilai kebersamaan yang membuat ayahnya (Perak) memutuskan untuk ikut mundur dari paguyuban.

“Simpelnya, men timpalne (Petruk) suud. Mecelep bareng-bareng, pesu bareng-bareng.” Ujar Blauk.

Terkait video internal yang menjadi viral, Blauk menyayangkan penyebaran materi tersebut ke publik tanpa diskusi terlebih dahulu.

“Bukan setelah viral keluar, jauh sebelum itu. Mangkin viral kan tanggal 4 Juni nika. Penyebab viralnya kan video yang disebar kurator nika, padahal ini kan konsumsinya untuk di organisasi dumun. Artinya video nika di organisasi dulu di share, dan diskusikan di intern. Panggil Pekak untuk diskusi.”

Namun, baik Petruk maupun Blauk mengaku tidak pernah menerima undangan resmi untuk membahas polemik tersebut.

“Panggilan sing ade, surat sing ade, demi Tuhan demi Ida Sang Hyang Widhi,” timpal Petruk.

Blauk mengungkap bahwa dirinya bahkan merasa cemas saat harus tampil dalam pertunjukan di Payangan pasca kejadian viral tersebut, karena hubungannya dengan Petruk turut terguncang secara emosional.

Baca Juga: Blauk Ceritakan Momen Berat Sampaikan Kabar pada Petruk; Tyang Gagal Menjaga Nak Lingsir

Blauk menegaskan bahwa dirinya tidak punya niat memviralkan masalah ini. Ia bahkan terkejut saat membaca pemberitaan yang beredar.

“Intinya tyang tidak ada keinginan untuk memviralkan, yen tyang ada keinginan kan tanggal 28 Mei tyang posting nika. Dan tyang pun terkejut baca berita nika.”

 

Editor : Wiwin Meliana
#petruk #politik #drama Gong #Blauk #pkb