Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral! Aksi Petani Robek Layangan Milik Sekelompok Remaja Tuai Simpati Warganet

Putu Ayu Aprilia Aryani • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:41 WIB

Beredar sebuah video petani merobek layangan milik remaja
Beredar sebuah video petani merobek layangan milik remaja

BALIEXPRESS.ID-Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang petani merobek-robek layangan berukuran besar di area persawahan.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hallo.denpasar pada Rabu, 11 Juni 2025.

Baca Juga: Waduh! Bule Curi Paket Masker di Canggu, Ni Luh Djelantik Minta Imigrasi Bertindak

Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang petani yang tampak kesal mencabik layangan di tengah sawah.

Diketahui, petani tersebut sehari-harinya menggarap sawah milik orang lain dengan sistem upah bagi hasil.

Namun, aktivitas bertani itu terganggu akibat ulah sejumlah anak dan remaja yang bermain layangan di area persawahan, hingga menyebabkan kerusakan pada tanaman padinya.

Dikutip dari keterangan akun @hallo.denpasar, petani tersebut sebenarnya telah memperingatkan anak-anak dan remaja yang bermain layangan agar tidak merusak tanaman.

Baca Juga: Ayah Penyanyi Cilik Farel Prayoga Ditangkap Terkait Kasus Judi Online di Banyuwangi

Sayangnya, peringatan tersebut tidak dihiraukan. Hal inilah yang memicu aksi perobekan layangan tersebut.

Dalam video yang sama, para remaja yang bermain layangan tampak menonton kejadian itu sambil tertawa, memperlihatkan kurangnya rasa hormat terhadap petani yang merasa dirugikan.

Akun @hallo.denpasar kemudian menuliskan imbauan kepada para penggemar layangan untuk lebih bijak memilih lokasi bermain.

“Saran sy bagi pengemar layangan, carilah tempat bermain layangan ditempat yg tepat/lahan non produktif, agar hobi kalian tidak merugikakan orang lain, Suksma.” tulis akun tersebut, dikutip Kamis, 12 Juni 2025.

Unggahan video tersebut pun memantik simpati dan reaksi dari warganet yang merasa prihatin terhadap nasib sang petani.

Baca Juga: Tiga SPPG Kembali Diresmikan, Layani makan bergizi gratis Belasan Ribu Siswa di Jembrana

“Capek loh nanam padi itu dari ujung ke ujung,,,” ketik akun @paras_eka.

“Emang kadang ngeselin, gak padi aja yg rusak, pundukan/pematang juga rusak, apa lagi baru di tambal, kadang Anak hanya mikir senengnya saja.” tulis akun @arthanaagus.

“Anak sekarang jurang sopan santunnya.” komentar akun @mulianingwati.

“Kasian loo, hasil mereka itu tidak banyak, itupun gak dapet bulanan kayak gaji, harusnya kalian nyari lapangan kosong intinya tdk merusak milik org, biasanya berfikir sebelum bertindak ya karna itu merugikan org lain.” ketik akun @sudarsini20.

“Tidak ada asap jika tidak ada api,,, siapapun akan kesal dengan hal sperti ini,,lumayan kalau padi rusak itu ,, next cari tmpat bermain di lapangan dik ya ,, kasihan loh pak Tani,, kalian tau kan nasi itu asalnya dari mana?” komentar akun @4ryaningsih.

Baca Juga: Bale Kertha Adhyaksa Kejaksaan Negeri Jembrana Diresmikan, Bupati Kembang: Langkah cerdas jawab tantangan sosial dengan pendekatan lokal


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya rasa hormat terhadap ruang publik dan pekerjaan orang lain.

Hobi seperti bermain layangan memang menyenangkan, namun sebaiknya dilakukan di tempat yang tepat agar tidak merugikan pihak lain, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.

 

Editor : Wiwin Meliana
#sawah #petani #layangan #robek