BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam yang dialami keluarga Komang Adi, bocah asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia akibat tenggelam di tambak udang, mendapat respons empati dari banyak pihak.
Salah satunya datang dari Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi, yang telah menyalurkan bantuan hasil donasi masyarakat sebesar Rp 27 juta kepada orang tua Komang Adi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh pihak yayasan kepada keluarga korban, sebagai bentuk dukungan moral dan materiil untuk meringankan beban mereka, khususnya dalam menghadapi biaya upacara pemakaman dan pengabenan yang direncanakan pada 15 Juni 2025 mendatang.
“Pemakaman/Pengabenan akan dilaksanakan tanggal 15 Juni 2025, doakan semua berjalan lancer,” tulis unggahan akun @aryulangun dikutip pada Jumat (13/06/2025).
Komang Adi dikenal sebagai anak yang aktif dan penyayang, meski memiliki keterbatasan mental ringan.
Ia setiap hari menemani kedua orang tuanya bekerja di tambak udang, satu-satunya sumber penghidupan keluarga yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Tragedi terjadi pada Selasa, 10 Juni 2025, sekitar pukul 11.00 WITA.
Saat itu, orang tua Komang Adi tengah beristirahat dari aktivitas di tambak, namun anak mereka tiba-tiba tak terlihat di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan pencarian, tubuh Komang Adi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di salah satu kolam tambak.
Keluarga sempat kesulitan untuk menanggung biaya upacara adat, hingga akhirnya membuka pintu bantuan kepada masyarakat.
Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari komunitas dan warganet yang turut menggalang dana melalui Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi.
Penyerahan bantuan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat Bali terhadap sesama, terutama di saat duka datang tanpa diduga.
Editor : Wiwin Meliana