Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Tanggapan Prof. Sugita Soal Unsur Tak Senonoh dalam Lawakan

Komang Wira Muliartana • Jumat, 13 Juni 2025 | 18:47 WIB

Prof Sugita bicara Soal Lawak Mengandung Unsur Tak Senonoh
Prof Sugita bicara Soal Lawak Mengandung Unsur Tak Senonoh

BALIEXPRESS.ID-Menanggapi kontroversi seputar tokoh Petruk dalam PKB, Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita menegaskan bahwa lawakan adalah bagian dari cermin realitas yang harus dimaklumi sebagai bentuk ekspresi seni.

Dalam podcast Jeg Bali, Prof. Sugita menanggapi pertanyaan host soal materi-materi lawakan lama yang mengandung unsur pornografi.

Baca Juga: Prof. Sugita Serukan Etika Berbahasa di Panggung Seni; Butuh Tatanan, Bukan Sekadar Hiburan

 Ia menjawab lugas, “Sepanjang tidak dipermasalahkan oleh masyarakat penonton, kenapa harus diributkan?”

Ia menambahkan bahwa dulu, bahkan pelawak seperti Dolar sering membawa cerita berbau cabul dalam lawak-lawaknya.

“Dulu be ade pelawak seperti Dolar dan lain-lain, mereka tampil tanpa arahan langsung dari kurator. Arahan hanya ke pimpinan grup, dan belum tentu tersampaikan secara penuh ke para pemain,” ujarnya.

Menurut Prof. Sugita, teori lawak memang dibangun atas dasar ‘nyacad timpal’ atau sekarang populer disebut roasting.

Baca Juga: Bukan Bela Petruk, Bukan Salahkan Kurator; Ini Sikap Bijak Prof. Sugita Soal Polemik PKB

“Itu memang bagian dari seni lawak. Drama adalah gerak kehidupan. Kalau kenyataannya seperti itu, apa salahnya menyampaikan di panggung? Yang penting tidak ada yang komplain,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa pementasan drama gong cenderung mengandalkan improvisasi, berbeda dari teater modern yang berbasis naskah.

“Kadang improvisasi niki sing terkontrol. Tapi itu keunikan drama gong. Tuute kadang luung. Dan itu seni,” tutupnya.

Podcast tersebut menuai berbagai komentar dari warganet.

Baca Juga: ASTUNGKARA! Bantuan Pengabenan untuk Komang Adi Terkumpul, Bocah Tenggelam di Tambak Udang

“Penjelasan patih agung cukup gambling. Salut,” tulis akun @Gustimadesuardana-z81

“Penjelasan yang mantap,” tulis akun @wayansuwendra3829

“Intinya hidup ini saling menghargai dan saling menghormati,” tulis akun @Gelawir

Editor : Wiwin Meliana
#petruk #Wayan Sugita #lawak #pkb