BALIEXPRESS.ID - Duel maut di arena tajen, Kawasan Banjar Tabu, Desa Songan A, Kintamani, Bangli, yang membuat Komang Alam Sutawan, 37, tewas di tangan eks narapidana Nusakambangan Mangku Wayan Luwes, 50, Sabtu (14/6), membuat masyarakat Bali heboh.
Apalagi, muncul berbagai narasi dan rekaman suara yang menyebutkan korban terus berjatuhan karena ada keributan susulan pasca duel mait di arena tajen Kintamani. Terkait masalah ini, Kepolisian Resor (Polres) Bangli akhirnya buka suara.
Seijin Kapolres Bangli AKBP I Gede Putra, Kasi Humas Polres Bangli AKP Wayan Sarta menjelaskan bahwa korban Komang Alam merupakan penyelenggara sabung ayam di lokasi tersebut.
Dia terlibat pertikaian berdarah dengan pelaku bernama I Wayan Luwes alias Mangku Luwes. Ternyata pemicunya adalah salam paham.
"Keributan diduga terjadi akibat salah paham antara kedua belah pihak," ujar AKP Sarta, Minggu (15/6).
Namun pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut, mengenai detail salah paham macam apa yang menjadi pemicu duel maut ini.
Adapun akibat kejadian, korban Alam dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Umum Bangli.
Sementara Mangku Luwes dikatakannya masih menjalani perawatan intensif.
"Dibawa ke RS BMC Bangli, lalu dirujuk ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," tambahnya.
Maka dari itu, sejauh ini yang terkonfirmasi meninggal akibat keributan di arena tajen baru satu orang.
Mengenai situasi Desa Songan, Kintamani, disebut saat ini kondusif.
"Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian sebenarnya," pungkasnya
Diberitakan sebelumnya, sejumlah rekaman video menunjukan adanya keributan di arena sabung ayam alias tajen, Kawasan Banjar Tabu, Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (14/6), membuat gempar masyarakat.
Sebab, seorang pria bernama Komang Alam, 37, tewas dalam insiden itu. Ia diduga terkena sabetan pisau besar yang dibawa pria bernama Mangku Luwes, 40.
Informasi yang Bali Express Jawa Pos Grup himpun, perkelahian bermula ketika Mangku Luwes datang ke arena tajen dalam kondisi mabuk, sekitar pukul 16.00 WITA.
Mantan narapidana Lapas Nusakambangan yang baru bebas dua bulan ini menanyakan orang yang bertanggung jawab di arena tersebut dan bertemu dengan Komang Alam. Mereka terlibat cekcok mulut, hingga berujung perkelahian.
Komang Alam terkena sabetan pisau di perut, dan meninggal di RSU Bangli. Sedangkan, Mangku Luwes juga terluka kena taji (pisau untuk ayam aduan) dan kondisinya kritis. (*)
Editor : I Gede Paramasutha