HOROR DI BALI: Turis Australia Tewas Ditembak di Vila Mewah, Jejak Dunia Bawah Tanah Melbourne Terkuak!
I Putu Suyatra• Minggu, 15 Juni 2025 | 19:16 WIB
KORBAN SELAMAT - Sanar Ghanim, 30, yang berasal dari Melbourne.
BALIEXPRESS.ID — Ketegangan menyelimuti kawasan wisata Badung, Bali, setelah seorang pria Australia ditemukan tewas dan satu lainnya terluka parah dalam insiden penembakan brutal di sebuah vila. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025, sekitar pukul 00.20 WITA, di CA Villa, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Korban tewas diidentifikasi sebagai Zivan Radmanovic (32), yang disebut-sebut memiliki koneksi kuat dengan Melbourne, Australia.
Sementara itu, korban luka adalah Sanar Ghanim (30-an), juga seorang pria asal Melbourne, yang kini sedang berjuang melawan maut di rumah sakit.
Yang lebih menggemparkan, Ghanim diketahui memiliki riwayat keterkaitan dengan tokoh dunia bawah tanah Melbourne yang sudah meninggal, Carl Williams, dan bahkan pernah dipenjara pada tahun 2015 karena insiden penembakan di Melbourne yang tidak fatal.
Apakah insiden di Bali ini terkait dengan masa lalu kelam tersebut?
Kronologi Mencekam: Teriakan, Tembakan, dan Sosok Misterius
Kapolres Badung, Arif Batubara, mengonfirmasi kepada News bahwa Radmanovic meninggal di tempat kejadian, sedangkan Ghanim segera dilarikan ke rumah sakit.
"Telah terjadi insiden penembakan. Ada dua korban, keduanya warga negara Australia," ujarnya.
"Kami belum bisa menentukan motif penembakan ini dan siapa pelakunya sampai investigasi kami selesai."
Kesaksian istri Radmanovic, Gourdeas Jazmyn, menjadi kunci terkuaknya kronologi mengerikan tersebut.
Ia terbangun sesaat setelah tengah malam oleh teriakan suaminya.
Meski menyelimuti wajahnya, Jazmyn mengaku melihat seorang pria mengenakan jaket oranye terang dan helm gelap.
Pria misterius itu menembak suaminya di kamar mandi sebelum melarikan diri.
Tak lama setelah itu, Jazmyn kembali mendengar suara tembakan dan teriakan Ghanim dari kamarnya. Ia pun berlari keluar dan menemukan suaminya tergeletak di lantai, sementara Ghanim sudah bersimbah darah.
Dalam kepanikan, Jazmyn memeriksa denyut nadi suaminya yang sayangnya sudah tidak ada, kemudian ia berupaya memberikan pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan pada Ghanim.
Di luar vila, seorang saksi mata melaporkan melihat seorang pria mengendarai skuter dengan jaket hijau yang lazim dikenakan ojek online, helm gelap, dan masker wajah.
Yang lebih mencengangkan, pria tersebut terdengar mengatakan "I can't start my bike" dengan aksen Australia yang kuat. Apakah ini petunjuk penting menuju identitas pelaku?
Luka Fatal dan Kondisi Terkini Korban Selamat
Zivan Radmanovic dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian akibat sejumlah luka tembak fatal.
Hasil identifikasi Polres Badung dan Inafis Polda Bali menunjukkan adanya satu luka tembak di telapak kaki kanan, dua luka tembak pada dada kiri, serta luka robek pada pelipis, hidung, dan bahu kiri.
Sementara itu, Sanar Ghanim saat ini dirawat intensif di BIMC Hospital Kuta akibat luka yang dideritanya.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menyatakan telah memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban meninggal dan siap memberikan bantuan kepada korban luka.
Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif sebenarnya di balik penembakan brutal ini dan menangkap pelakunya.
Keterkaitan korban dengan jaringan kriminal di Melbourne kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.
Apakah ini aksi balas dendam, persaingan bisnis terlarang, ataukah ada motif lain yang lebih kompleks? Misteri ini kini menjadi tugas berat bagi aparat kepolisian untuk dipecahkan. ***