BALIEXPRESS.ID - Nama Mangku Luwes tak asing bagi aparat penegak hukum. Ia merupakan terpidana dalam kasus pembunuhan sadis yang terjadi tahun 2016 di jalan menuju Pura Kayu Selem, Songan.
Saat itu, Luwes divonis 17 tahun penjara atas keterlibatannya dalam aksi penebasan yang menewaskan I Gede Pasek.
Insiden bermula dari laporan rekannya, Komang Kresna Wijaya, yang merasa dilecehkan usai terjatuh dari motor dalam kondisi mabuk narkoba.
Kresna kemudian mengadu kepada Luwes. Dengan senjata tajam dan didampingi keluarga, Luwes menyerang korban hingga tewas.
Kesaksian saat rekonstruksi kasus menunjukkan bahwa Luwes justru menjadi pelaku utama yang memulai penyerangan.
Ironisnya, Luwes menghirup udara bebas sejak April 2025, padahal vonisnya 25 tahun atau berakhir sekitar tahun 2033 dengan usia 56 tahun.
Pulang dari rutan Nusakambangan yang terkenal angker di dunia kriminal, bukannya membuat Luwes lebih sabar dan introspeksi diri. Namun kembali membunuh orang.
Kejadiannya di Banjar Tabh, Desa Songan, Kintamani, Bangli, pada Sabtu sore (14/6/2025).
Mangku Luwes terlibat duel maut yang menewaskan seorang pria bernama Komang Alam (37).
Insiden bermula sekitar pukul 16.00 WITA saat Mangku Luwes tiba di arena tajen dalam kondisi diduga mabuk.
Menurut saksi mata, ia tampak gelisah dan langsung mencari penanggung jawab arena.
Pertemuan dengan Komang Alam berubah menjadi adu mulut yang kian panas hingga berujung pada duel mematikan.
Dalam video amatir yang beredar, Komang Alam terlihat membawa tongkat panjang, sedangkan Mangku Luwes menggenggam sebilah pisau besar.
Ketegangan berubah jadi kekerasan brutal. Pisau di tangan Luwes mengenai perut Komang Alam, menyebabkan luka parah. Meski sempat berdiri, korban akhirnya tumbang.
Sementara itu, Mangku Luwes juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena taji ayam (senjata tajam yang biasa digunakan dalam sabung ayam), hingga ia ikut dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Kedua pria tersebut dilarikan ke RSUD Bangli. Sayangnya, nyawa Komang Alam tak terselamatkan meski telah mendapat penanganan medis intensif.
Sementara itu, kondisi Mangku Luwes yang kritis rencananya akan dirujuk ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah di Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Mengantisipasi potensi konflik susulan, aparat gabungan dari Polsek Kintamani dan TNI telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Situasi di Desa Songan kini dalam pengawasan ketat untuk mencegah aksi balas dendam dari keluarga korban maupun pihak terkait lainnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna