BALIEXPRESS.ID - Aksi penembakan dua WNA Australia terjadi di salah satu vila berlokasi di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (14/6).
Aksi ini pun dinilai dapat mengancam keamanan dan kenyamanan pariwisata di Bali.
Untuk itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara meminta agar kondusifitas wilayah tetap dijaga, salah satunya dengan mengaktifkan kembali polisi pariwisata.
Baca Juga: Komang Alam Pergi Sebelum Janur Kuning Terpasang
Puspa Negara menyatakan, Bali sebagai destinasi pariwisata harus memberi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan hingga warganya.
Kasus penembakan di Desa Munggu tersebut dinilai menjadi ancamam serius bagi Bali.
Sekaligus menjadi noktah buruk di sektor keamanan destinasi.
“Hal ini akan memperburuk citra Bali disektor keamanan, itu artinya Bali tidak baik-baik saja. Oleh karena itu saya berharap kita semua lebih waspada, awarenes dan memperkuat sistem keamanan terutama didestinasi wisata,” ujarnya, Minggu (15/6).
Pihaknya meminta, kepolisian dapat menggelar patroli rutin secara berkelanjutan.
Selain itu diharapkan daat kembali mengnaktifkan polisi pariwisata.
Sebab dinilai dapat menurunkan tingkat kriminalitas di obyek wisata.
“Khusus kepada Polda Bali saya mohon agar segera mengaktifkan kembali Tourism Police (Polisis Pariwisata) yg pernah hadir siaga berpatroli setiap waktu di destinasi sebelum pandemi Cocid-19. Dimana performa Tourism Police ini sangat disegani oleh wisman dan pelaku kriminal lainya menjadi minimal,” paparnya.
Meski demikian, DPRD Badung yabg juga pelaku pariwisata ini, tetap mengapresiasi upaya pihak kepolisian dan Konsulat Australia yang telah bergerak cepat melakukan pengejaran pelaku.
Ia pun berharap pelaku dapat segera tertangkap dan dapat mengungkap motif penembakan WNA Australia.
“Saya mengapresiasi pihak keamanan dalam hal ini Polres Badung dan jajaran, Polsek Mengwi dan Consulate Australia yang telah bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis. Aya berharap pelaku segera ditangkap, hingga terkuak motifnya,” ungkapnya seraya menyampaikan turut bersimpati, prihatin dan berduka yang mendalam kepada keluarga korban. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga