Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wihendi Kenang Sosok Komang Alam, Korban Tewas di Sabung Ayam Songan Kintamani: Ucapan Saat Diboceng Jadi Kenyataan

Dian Suryantini • Senin, 16 Juni 2025 | 13:32 WIB
Komang Alam Sutawan alias Komang Toris semasa hidup.
Komang Alam Sutawan alias Komang Toris semasa hidup.

BALIEXPRESS.ID– Kematian Komang Alam Sutawan,37, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat.

Komang Alam tewas dalam perkelahian tragis dengan Wayan Luwes alias Jero Luwes di arena sabung ayam yang berlokasi di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, pada Sabtu (14/6/2025).

Akibat luka serius yang dideritanya, Komang Alam sempat dilarikan ke Puskesmas Kintamani V, namun nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, Jero Luwes yang juga mengalami luka masih menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Salah satu sahabat dekat yang merasa kehilangan mendalam adalah Nyoman Wihendi, Kepala Dusun Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Ia mengenal Komang Alam sejak kecil dan menyebut hubungan mereka lebih dari sekadar teman.

Komang Alam lahir dan pernah besar di Madenan. Ibunya berasal dari Madenan.

“Secara administrasi memang dia warga Songan, tapi secara rasa dia tetap warga kami. Dia bukan hanya teman. Sudah kami anggap seperti adik kandung sendiri,” ujar Wihendi, Minggu (15/6/2025).

Wihendi mengenang pertemuan terakhirnya dengan Komang Alam sekitar 20 hari sebelum insiden nahas itu.

Saat itu, Komang Alam sempat melontarkan ucapan yang kini terasa begitu menyentuh.

“Sekitar 20 hari lalu terakhir saya boncengan sama dia. Dia bilang, mungkin itu terakhir kali kami boncengan. Tapi saya pikir dia bercanda. Dia ngomong begitu sambil tersenyum, seperti biasa,” kenangnya dengan nada bergetar.

Di mata Wihendi, Komang Alam adalah pribadi yang tangguh dan penuh kepedulian.

Ia dikenal sebagai sosok pelindung yang selalu hadir ketika teman atau keluarganya menghadapi masalah.

Di lingkungannya, Komang Alam disegani karena kepeduliannya, kerap hadir dalam upacara adat, dan tak segan membantu warga yang membutuhkan.

Komang Alam juga dikenal sebagai anak yang sangat menghormati orang tua dan kakaknya, serta penuh kasih terhadap adik-adiknya.

Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Komang Alam  memiliki seorang kakak perempuan, seorang kakak laki-laki, dan dua adik kembar perempuan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #Komang Alam #sabung ayam #Jero Luwes