Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keluarga Korban Tajen Maut Minta Warganet Hentikan Sebar Video Tragedi; Kami Masih Berduka

Wiwin Meliana • Senin, 16 Juni 2025 | 15:50 WIB

Komang Alam Sutawan korban tajen maut di Songan Kintamani
Komang Alam Sutawan korban tajen maut di Songan Kintamani

BALI EXPRESS.ID – Keluarga besar almarhum Komang Alam Sutawan (37), korban meninggal dalam insiden berdarah di arena tajen (sabung ayam) Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, menyampaikan permohonan khusus kepada masyarakat dan warganet agar menghentikan penyebaran video dan konten tragedi tersebut.

Baca Juga: ASTUNGKARA! Nang Etonk Serahkan Donasi untuk Anak Ketut Sudika, Pemancing yang Hilang di Karangasem

Melalui Kasi Humas Polres Bangli, AKP Wayan Sarta, keluarga korban meminta agar semua pihak menghormati duka yang sedang mereka alami.

“Kami menyampaikan harapan pihak keluarga korban agar tidak ada lagi yang memposting video, gambar maupun konten-konten terkait kejadian tersebut,” ujar Sarta, Minggu (16/6).

Menurutnya, konten-konten yang beredar tidak hanya menambah luka keluarga, tetapi sebagian di antaranya bahkan menyesatkan karena tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Pemberitaan yang tidak sesuai dapat menambah duka pihak keluarga yang kini sedang terpukul karena kehilangan anggota tercinta,” tambah Sarta.

Baca Juga: PILU! Anak Baru Lahir, Ayahnya Hilang di Laut: Kisah Pilu Ketut Sudika Pemancing di Karangasem

Jenazah korban telah ditangani dan penyelidikan atas kejadian tersebut masih berlangsung. Pihak kepolisian tengah mendalami motif perkelahian serta menelusuri pihak yang bertanggung jawab dalam insiden maut tersebut.

Sementara itu, akun @SeputarBangli di media sosial juga membagikan pesan dari keluarga agar publik menghentikan penyebaran konten.

“Mohon jangan lagi menyebarkan video maupun konten terkait peristiwa kemarin di Br. Tabu, Songan Kintamani. Kami keluarga korban masih berduka. Mohon mengerti perasaan kami. Tolong yang sudah posting untuk menghapusnya,” tulis akun tersebut.

Tragedi ini terjadi Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 17.00 Wita, ketika Komang Alam terlibat pertikaian dengan seorang pria bernama Jro Mangku Luwes.

Luwes, yang datang dalam keadaan mabuk, menyerang Komang Alam dengan pisau hingga korban tewas di tempat. Luwes sendiri mengalami luka kritis akibat sabetan taji ayam dan kini dirawat di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Peristiwa ini memunculkan banyak rekaman amatir yang tersebar luas di media sosial.

Baca Juga: TPS Liar Menjamur di Kota Gianyar, Dua Pelanggar Diamankan Satpol PP Saat Sidak Malam

Namun, keluarga menegaskan bahwa peredaran tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga menyakitkan.

Polres Bangli mengimbau masyarakat dan konten kreator untuk mengedepankan empati serta tidak menjadikan tragedi kemanusiaan sebagai bahan konsumsi digital.

“Hormati keluarga korban. Jangan jadikan penderitaan orang lain sebagai tontonan,” tutup AKP Sarta.

Editor : Wiwin Meliana
#Komang Alam #tajen #hapus #songan #konten