BALIEXPRESS.ID-Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara terkait insiden berdarah yang terjadi dalam penyelenggaraan tajen (sabung ayam) di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Sabtu (14/6).
Dalam peristiwa memalukan tersebut, satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka serius akibat penganiayaan di arena tajen.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Kekeh Larang Rapat di Hotel: Jangan Berpesta di Atas Derita
Gubernur Koster menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam keras tindak kekerasan yang merusak nilai-nilai budaya Bali.
Ia menekankan bahwa tajen, yang sejatinya merupakan bagian dari tradisi tabuh rah dalam upacara keagamaan, telah mengalami pergeseran makna dan berpotensi menjadi ajang kriminalitas.
“Pertama, saya sangat menyayangkan kejadian tindak kekerasan di arena tajen yang mengakibatkan korban jiwa,” ujar Koster saat dikonfirmasi Minggu (15/6).
Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Ratusan Pelayat Iringi Kepergian Gustiwiw: Perpisahan Terakhir Sang Penyanyi dan Komedian
Lebih lanjut, Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang.
Ia mengingatkan agar situasi di masyarakat tetap kondusif, terutama di wilayah Songan dan sekitarnya.
“Kepada masyarakat setempat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak manapun. Jaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Koster juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang penyelenggaraan tajen di Bali. Menurutnya, pengawasan ketat perlu diterapkan untuk mencegah praktik perjudian dan kekerasan dalam kegiatan tersebut.
“Ke depan, penyelenggaraan tajen perlu diawasi dengan ketat agar peristiwa demikian tidak terjadi secara berulang-ulang,” tandas Koster.
Baca Juga: Keluarga Korban Tajen Maut Minta Warganet Hentikan Sebar Video Tragedi; Kami Masih Berduka
Ia juga mendesak Bupati Bangli dan unsur Forkopimda untuk segera menyikapi insiden ini dengan langkah cepat dan tegas demi menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Diketahui, peristiwa maut itu terjadi pada Sabtu (14/6) sore. Dalam keributan di arena tajen, Komang Alam Sutawan mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal setelah sempat dibawa ke RSUD Bangli. Satu korban lainnya, I Wayan Luwes, dalam kondisi kritis dan telah dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.
Tragedi ini kembali mencoreng wajah budaya Bali dan menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan terhadap tradisi yang kini sering dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal.
Editor : Wiwin Meliana