Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Medali Hitam-Putih, Cerita Hijau dari Udayana Fun Run

Dian Suryantini • Senin, 16 Juni 2025 | 22:26 WIB

Medali unik dari botol oli bekas yang diolah Rumah Plastik Mandiri Buleleng
Medali unik dari botol oli bekas yang diolah Rumah Plastik Mandiri Buleleng

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Minggu pagi di Singaraja, suasana berubah ramai sejak pukul lima. Ribuan orang dari berbagai penjuru Buleleng dan Bali datang dengan antusias—ada yang mengenakan kaos tim, ada yang membawa anak-anak, dan banyak pula yang datang sendirian, sekadar ingin berlari sambil menikmati udara pagi.

Hari itu, Kodam IX/Udayana menggelar Udayana Fun Run dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke-68. Tapi ada yang terasa berbeda dibandingkan fun run biasanya. Bukan hanya dari semangat para peserta, tapi dari benda kecil yang digantungkan di leher para finisher—medali berwarna hitam dan putih dengan bentuk segitiga yang unik. Di tengahnya, terpampang lambang Garuda seperti yang biasa terlihat pada simbol-simbol TNI.

Medali itu tidak berkilau, tidak dibuat dari logam berat, dan tak dilapisi warna emas atau perak seperti medali lari kebanyakan. Tapi justru dari sanalah daya tariknya muncul.

Komang Yudayana, finisher Udayana Fun Run dengan medali dari sampah plastik.
Komang Yudayana, finisher Udayana Fun Run dengan medali dari sampah plastik.

Usut punya usut, medali ini terbuat dari bahan yang tak biasa. 100 persen sampah plastik. Ya, benda kecil yang dibanggakan para pelari itu sebenarnya berasal dari botol oli bekas—yang telah dipakai, dibuang, lalu dipungut kembali untuk diberi kehidupan baru.

Prosesnya tidak instan. Untuk membuat 1.000 keping medali, dibutuhkan waktu hingga 30 hari. Sampah plastik bekas botol oli itu dikumpulkan, dicacah, dilelehkan, lalu dicetak menjadi medali berbentuk segitiga.

“Kami gunakan 300 kilogram cacahan botol plastik bekas oli,” ujar Putu Eka Darmawan, pembuat sekaligus pendiri Rumah Plastik Mandiri Buleleng, Senin (16/6).

Baca Juga: Fun Run Hari Bhakti Kodam IX/Udayana di Singaraja, Seribu Peserta Lari Keliling Kota

Eka tidak sendirian. Di balik proses pembuatan medali itu ada tangan-tangan terampil dari Rumah Plastik Mandiri, sebuah unit UMKM lokal yang berbasis di Buleleng. UMKM ini sudah lama bergerak di bidang pengolahan sampah plastik menjadi produk yang punya nilai guna dan nilai seni. Sekitar 7 orang timnya bergerak cepat begitu pesanan disepakati.

“Awalnya kami tidak menyangka akan dapat permintaan dari Kodam. Tapi ini adalah tantangan dan kebanggaan bagi kami. Ini bukan sekadar produksi, ini adalah pesan,” tutur Eka.

Medali unik dari botol oli bekas yang diolah Rumah Plastik Mandiri Buleleng
Medali unik dari botol oli bekas yang diolah Rumah Plastik Mandiri Buleleng

Bagi Kodam IX/Udayana, medali dalam kegiatan Fun Run ini bukan hanya simbol pencapaian peserta lari. Lebih dari itu, medali ini adalah kampanye. Sebuah ajakan senyap tapi kuat untuk mulai mengurangi sampah plastik dan mulai melihat limbah sebagai potensi.

“Ini murni 100 persen sampah plastic dari UMKM asli Buleleng,” ujarnya.

Bali sebagai destinasi wisata internasional memang kerap menghadapi tantangan besar dalam hal pengelolaan sampah, khususnya plastik. Botol, kantong, dan kemasan sekali pakai banyak ditemukan di sungai, pantai, bahkan di kawasan pedesaan. Dalam konteks inilah, medali dari sampah plastik menjadi lebih dari sekadar simbol. Ia menjadi pesan yang nyata tanpa harus berisik.

Ada kebanggaan lain dalam proses ini. Seluruh produksi medali dilakukan oleh anak-anak muda Buleleng. Tidak melibatkan pabrik besar atau vendor luar negeri. Hanya UMKM lokal dengan kreativitas dan semangat menjaga lingkungan.

Prosesnya pun dilakukan manual—dari memilah botol oli bekas, membersihkan, mencacah, melelehkan, hingga mencetak satu per satu keping medali. “Setiap medali punya cerita,” kata Eka, melanjutkan ceritanya.

Kepingan medali itu dibuat secara bertahap. Setiap 50 keping dikerjakan dalam waktu 20 jam dalam sehari. “Setiap tahap kami lakukan hati-hati. Karena ini bukan hanya soal bentuk, tapi juga soal nilai,” kata Eka.

Nilai itu tampak jelas dalam ekspresi para pelari saat menerima medali di garis finish. Beberapa bahkan menatapnya lama, bertanya-tanya tentang desain dan bahannya. Setelah tahu bahwa medali itu terbuat dari sampah plastik, reaksi mereka pun beragam—terkejut, kagum, sekaligus bangga.

“Saya pikir awalnya ini kayu atau semacamnya,” ujar Made Indah Sari, seorang mahasiswa yang turut memeriahkan Udayana Fun Run, akhir pekan lalu.

Fun run memang identik dengan keringat, semangat, dan semarak. Tapi siapa sangka, di tengah keriuhan lari pagi itu, terselip satu upaya kecil tapi berdampak besar, mendekatkan olahraga dengan kesadaran lingkungan.

Dalam satu kegiatan, Kodam IX/Udayana tidak hanya mengajak orang-orang bergerak lebih sehat, tapi juga berpikir lebih bijak terhadap sampah yang setiap hari dihasilkan. Dari hal sederhana seperti medali, sebuah kampanye bisa tumbuh—bukan dengan jargon, tapi dengan aksi.

Seusai acara, para peserta membawa pulang medali mereka masing-masing. Mungkin medali itu tidak mahal secara materi. Tapi di balik warna hitam-putihnya yang sederhana, tersimpan makna yang lebih dalam, bahwa setiap langkah kecil bisa berdampak besar, dan bahwa setiap sampah bisa punya harapan baru.

Medali itu mungkin akan digantung di dinding, disimpan di laci, atau jadi cerita di media sosial. Tapi kisah di baliknya—tentang tangan-tangan lokal yang bekerja tanpa sorotan, tentang ide yang tumbuh dari kesadaran lingkungan, dan tentang sinergi antara militer dan masyarakat—itu semua akan tinggal lebih lama di benak banyak orang.

Dan begitulah, dari botol oli bekas yang dulu tergeletak tak berguna, kini berubah menjadi simbol kemenangan. Bukan hanya kemenangan atas garis finish, tapi kemenangan kecil atas sampah plastik yang selama ini jadi musuh bersama. ***

UKM SANGGAR LENTERA UNTUK JPRM TAMPIL: Para penari tampil memukau dalam pembukaan PSM Ke-9 di Lapangan Kesenian Sumenep.
UKM SANGGAR LENTERA UNTUK JPRM TAMPIL: Para penari tampil memukau dalam pembukaan PSM Ke-9 di Lapangan Kesenian Sumenep.
Editor : Dian Suryantini
#medali #oli #plastik #sampah plastik #fun run #tni #botol bekas #udayana