Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Geger di Buleleng: Perbekel dan Warga Saling Pukul Saat Pengukuran Tanah, Berujung Lapor Polisi!

Dian Suryantini • Rabu, 18 Juni 2025 | 13:45 WIB

ilustrasi pemukulan.
ilustrasi pemukulan.

BALIEXPRESS.ID – Sebuah insiden mengejutkan menggemparkan Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Pada Jumat (13/6/2025), terjadi pertengkaran sengit antara Kepala Desa (Perbekel) Putu Mara dan salah seorang warganya, Komang Sumedana.

Prahara ini berawal dari persoalan pengukuran tanah dalam Program Nasional Agraria (Prona) yang berujung pada cekcok fisik dan, yang lebih mengejutkan, kedua belah pihak kini saling lapor ke polisi!

Peristiwa memanas ini terjadi sekitar pukul 11.00 WITA, di lokasi pengukuran lahan milik Komang Sumedana.

Baca Juga: Dua Tewas, Tiga Kritis! Insiden Tragis di Tempat Pencucian Truk Malam Hari

Sebelum insiden, Sumedana sempat mengikuti rapat di Kantor Kepala Desa membahas sertifikasi Prona.

Namun, rapat itu tak membuahkan hasil, sehingga ia tetap melanjutkan pengukuran bersama petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Misteri Pukulan Pertama: Siapa Dalang Kekerasan?

Ketegangan mencapai puncaknya ketika istri Sumedana, Ni Wayan Wisnawati, mengambil dokumentasi proses pengukuran.

Aksi ini diduga memicu kemarahan Perbekel Putu Mara. Ia disebut-sebut melayangkan pukulan ke arah Wisnawati, mengenai bibir kirinya hingga terluka.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Wisnawati segera melaporkan Perbekel Putu Mara ke Polres Buleleng.

Baca Juga: Akar Pohon Perindang Perusak Bangunan di Tabanan: Siapa Bertanggung Jawab? Ini Jawaban Kepala DLH

Namun, drama tak berhenti di situ. Merasa dirinya menjadi korban, Putu Mara balik melaporkan Ni Wayan Wisnawati dengan tuduhan serupa.

Perbekel mengklaim bahwa tindakannya merupakan pembelaan diri, karena lebih dulu mendapat pukulan dari Wisnawati.

Polisi Turun Tangan, Selidiki Klaim Saling Pukul

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan adanya dua laporan yang masuk terkait insiden ini.

"Benar, Satreskrim Polres Buleleng saat ini tengah menangani laporan dari kedua belah pihak terkait dugaan tindak pidana yang terjadi di Desa Selat pada 13 Juni 2025. Proses penyelidikan masih berjalan," ujar AKP Diatmika pada Selasa (17/6).

Kedua belah pihak telah memberikan keterangan awal kepada penyidik Satreskrim.

Polisi kini masih mendalami keterangan dari para saksi, termasuk petugas BPN yang berada di lokasi kejadian, serta mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memastikan siapa yang pertama kali melakukan kekerasan dalam insiden ini.

AKP Diatmika mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Baca Juga: Tragedi Dini Hari: Lansia Ditemukan Tewas Terbakar, Kecelakaan atau Ada Dalang di Baliknya?

"Kami mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan menyelesaikan penanganan kasus ini secara profesional. Polres Buleleng berkomitmen untuk menangani setiap laporan masyarakat secara adil, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tambahnya.

Bagaimana kelanjutan kasus ini? Siapa sebenarnya yang menjadi korban dan siapa pelaku pertama dalam insiden memanas antara Perbekel dan warganya ini?

Publik menantikan hasil penyelidikan Polres Buleleng yang akan mengungkap kebenaran di balik drama Desa Selat. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#perbekel #bali #pemukulan #Kabupaten Buleleng #bpn #pengukuran tanah