Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Lengkap Duel Berdarah di Tejakula, Pelaku Baru Sadar Korban Tewas Usai Bangun Tidur

Dian Suryantini • Kamis, 19 Juni 2025 | 13:33 WIB
Pelaku GS saat diamankan setelah insiden berdarah di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng
Pelaku GS saat diamankan setelah insiden berdarah di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng

BALIEXPRESS.ID — Warga Banjar Dinas Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, digegerkan dengan peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu dini hari (18/6/2025).

Seorang pria, Nyoman Sukasna alias Nyoman Kana,48, ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumah temannya, GS alias Gede Boy,49.

Peristiwa ini bermula ketika Sukasna datang dalam kondisi terpengaruh alkohol ke kediaman GS, Selasa (17/6/2025) sore.

Keduanya mengisi waktu dengan bermain domino disertai tantangan minum arak bagi yang kalah.

Tak berselang lama, paman GS, I Goyang, dan ayahnya, Nyoman Darmada, ikut nimbrung.

Meski keempatnya sempat bermain bersama, hanya Sukasna dan GS yang tetap menenggak minuman keras jenis arak hingga petang.

Menjelang pukul 18.00 Wita, dua anggota keluarga itu pamit pulang. Sukasna dan GS melanjutkan permainan.

Namun sekitar pukul 21.00 Wita, suasana berubah panas. Sukasna yang tak terima terus kalah dalam permainan, mendadak emosi.  Ia mengambil pisau dapur dan menikam tangan kiri GS.

Pertikaian langsung pecah. Keduanya bergulat hebat dan saling rebut pisau berukuran sekitar 20 sentimeter itu.

Sukasna sempat membenturkan kepala GS ke tembok hingga berdarah.

Namun, dalam situasi kacau itu, GS berhasil merebut pisau dan membalas serangan dengan menusuk dada Sukasna hingga pria itu ambruk bersimbah darah.

"Setelah itu pelaku justru masuk ke kamar dan tidur," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika.

Sekitar pukul 01.00 Wita, GS terbangun dan kembali mengecek kondisi Sukasna. Ia sempat menggoyang tubuh korban dengan kakinya, namun Sukasna sudah tidak merespons.

Panik, GS membuang pisau ke kebun kakao di dekat rumah dan menghubungi Kelian Adat setempat, Komang Murdiartono.

Bersama saksi Made Suparna, laporan disampaikan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madenan.

Polisi yang tiba di lokasi mendapati Sukasna telah meninggal dunia dengan luka tikaman serius di bagian dada.

“Barang bukti berupa sebilah pisau pengutik sepanjang 20 cm telah kami amankan, dan pelaku kini berada dalam pengawasan kami," jelas Darma Diatmika. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pembunuhan #arak #buleleng