BALIEXPRESS.ID — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, akan secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025 pada Sabtu (21/6).
Rangkaian pembukaan diawali dengan pelepasan Peed Aya (Pawai Budaya) di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi Renon, pada pukul 14.00 WITA.
Sementara acara pembukaan resmi PKB akan digelar malam harinya di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, pukul 20.00 WITA.
Baca Juga: Warga Kampial Keluhkan Air Keruh dan Berlumpur, Begini Respon PDAM Badung
Menteri bersama para tamu kehormatan dan undangan akan disuguhi berbagai tampilan seni budaya khas desa adat dari masing-masing kabupaten/kota di Bali, yang akan menyemarakkan pembukaan PKB tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa pembukaan Peed Aya tahun ini akan diawali dengan pertunjukan tematik Tari Siwa Nataraja sebagai simbol PKB, diiringi oleh gamelan prosesi Adhi Merdangga.
“Pementasan Peed Aya akan diawali dengan atraksi tematik Tari Siwa Nataraja sebagai lambang PKB yang diiringi atraksi gamelan prosesi Adhi Merdangga,” jelasnya, Kamis (19/6).
Selanjutnya, Kabupaten Karangasem sebagai peserta pertama menampilkan kreasi rarejangan yang terinspirasi dari Rejang Kuningan serta garapan adat berupa tradisi Dangsil dari Desa Adat Culik. Atraksi tematiknya mengusung garapan baru “Jempana Masolah”.
Kabupaten Jembrana menyuguhkan Tari Pajogedan dari Desa Pendem, lengkap dengan Rejang Busana serta garapan tematik “Jimbarwana”.
Penampilan dari Kabupaten Buleleng menghadirkan tarian kreasi yang mengangkat inspirasi dari Deeng Buleleng, serta sajian dari Desa Adat Pedawa dan atraksi tematik berjudul “Tradisi Sabha Malunin”.
Kabupaten Bangli tampil dengan kreasi Barong Brutuk, serta garapan adat dari Desa Adat Sukawana yang menampilkan tradisi Purwa Sancaya, Nungdung, dan Pepet.
Untuk atraksi tematik, Bangli menyuguhkan garapan baru “Jaya Pangus Anglanglang Mandala Nirwana”.
Duta seni dari Kabupaten Klungkung akan menampilkan tarian bebarisan yang mengacu pada Tari Baris Oncer Gana dan garapan desa adat dari Desa Adat Klungkung.
Fragmentari bertajuk “Manunggaling Kaula Gusti” mengisahkan kejayaan Ida Dalem Waturenggong.
Kabupaten Tabanan menampilkan tarian kreasi bebarisan dari Baris Memedi/Baris Katujeng.
Desa Adat Wongaya Gede menyumbangkan garapan adat, dengan tema atraksi “Subak” dan tarian sakral Sanghyang Sampat.
Baca Juga: Viral Siswa di Tangsel Terima MBG dalam Kondisi Mentah, Ternyata Begini Alasannya
Gianyar hadir lewat kreasi Tari Palegongan serta garapan dari Desa Adat Singkerta, Ubud.
Tema atraksi tematik yang dibawakan adalah “Siat Sambuk”.
Kota Denpasar mengusung kreasi tari Patopengan yang merefleksikan ragam topeng khas Denpasar.
Baca Juga: HARU! Momen Dedi Mulyadi Temui Anak Jabar Lolos ITB, Begini Wejangan yang Diberikan
Atraksi tematiknya adalah “Ngerebong”, digarap oleh Desa Adat Kesiman.
Pementasan Peed Aya ditutup oleh Kabupaten Badung, yang membawakan sajian seni berjudul “Perang Untek: Pusaka Agraris Desa Kiadan Kabupaten Badung” lengkap dengan iringan gamelan barungan besar.(***)
Editor : Rika Riyanti