Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Belasan Mobil Rusak Diduga Usai Isi Pertalite, Ni Luh Djelantik Desak Pertamina Klarifikasi

Putu Ayu Aprilia Aryani • Jumat, 20 Juni 2025 | 17:29 WIB

BBM Diduga Tercemar hingga membuat banyak mobil masuk bengkel
BBM Diduga Tercemar hingga membuat banyak mobil masuk bengkel

BALIEXPRESS.ID-Kasus mogoknya belasan kendaraan usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite kembali menyedot perhatian publik Bali.

Video sejumlah kendaraan yang rusak akibat tangki bahan bakar kotor hingga berkerak viral di media sosial sejak Senin, 16 Juni 2025.

Baca Juga: Ajus Linggih Soroti Pentingnya Regulasi di Tengah Wacana Legalisasi Tajen, Pendapat Warganet Terbelah

Awalnya, unggahan di Facebook oleh Kadek Surya Bali dan Made Astawa menunjukkan mobil-mobil yang harus diperbaiki karena diduga mengisi BBM tercemar di SPBU wilayah Bali dan Nusa Penida.

Video itu kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram @infodenpasarterkini.id dan langsung menuai banyak komentar dari warganet yang mengaku mengalami hal serupa.

Sorotan terhadap kasus ini semakin menguat ketika Anggota DPR RI Dapil Bali, Nyoman Parta, meminta agar Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta pihak Direksi Pertamina segera turun ke lapangan untuk menyelidiki dan memberikan klarifikasi resmi.

Baca Juga: Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Kembali Normal Pasca Erupsi Gunung Lewotobi

Tak hanya itu, aktivis sosial sekaligus Senator DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, juga turut angkat suara.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya @niluhdjelantik pada Rabu, 18 Juni 2025, Ni Luh mendesak Pertamina agar segera memberikan penjelasan resmi.

“PERTAMINA HARUS KLARIFIKASI,” tulis Ni Luh Djelantik, dikutip Jumat, 20 Juni 2025.

Dalam unggahan tersebut, ia menyatakan banyak menerima laporan dari masyarakat terkait kerusakan kendaraan yang diduga berasal dari bahan bakar yang tercemar.

“Banyak pengaduan masuk ke #LaporNiluh terkait kerusakan mobil/kendaraan yang dialami diduga akibat kualitas bahan bakar yang mereka beli,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Truk Pengangkut Material Terguling di Jalan Uluwatu Jimbaran, Lalu Lintas Tersendat

Ia pun membuka jalur komunikasi langsung bagi warga yang merasa menjadi korban.

“Kepada seluruh semeton yang kendaraan mengalami kerusakan/turun tangki, WA Mbok Niluh di 087802345888 #LaporNiluh. Segera kita lakukan pertemuan di kantor DPD RI Bali, Denpasar untuk mengusut dan jika memang terbukti ada kelalaian dari pihak penyedia bahan bakar maka harus ada klarifikasi dan pertanggungjawaban,” jelasnya.

Kolom komentar unggahan Ni Luh pun dipenuhi curhatan warganet yang senasib.

“Benar Mb Ni Luh. Selain kasus tangki juga masalah barcode.. kenapa rakyat selalu dipersulit…” ketik akun @DewiSuwan.

“Saya juga sempat komplain habis ngisi Pertamax full tank tiba-tiba motor ngerebet, tapi dibilang cuma perasaan aja. Ternyata banyak juga korban lainnya toh,” komentar @AdityaKencana.

Baca Juga: Amor Ing Acintya! Niat Wawancara Kerja, Kadek Yogi Meninggal Usai Kecelakaan Tragis di Sunset Road

“Mehh padahal motor baru, setelah beli Pertamax besoknya motor ngadet dan dibawa ke dealer katanya harus ganti pompa,” komentar akun @SwandikaDika.

“Itu memang benar mbok. Sodara tiang juga seorang driver pangkalan, mobilnya mogok setelah isi pertalite. Korban dari pertalite,” tulis akun @Oply.

Kasus ini pun menjadi perhatian luas karena menyangkut keselamatan pengguna jalan serta kualitas distribusi energi di Bali.

 

Editor : Wiwin Meliana
#pertalite #mogok #bbm #pertamina #klarifikasi #Niluh Djelantik