Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tangki Mobil Di Bali Rusak Diduga Akibat Pertalite, Pertamina Buka Suara: Masih Ditelusuri, Siap Uji Lab Produk SPBU

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:44 WIB

Heboh Tangki Mobil Di Bali Rusak Diduga Akibat Pertalite
Heboh Tangki Mobil Di Bali Rusak Diduga Akibat Pertalite

BALIEXPRESS.ID-Dalam beberapa hari terakhir, media sosial khususnya di Bali ramai memperbincangkan kerusakan tangki mobil yang diduga akibat pengisian bahan bakar jenis Pertalite.

Baca Juga: Pertalite Diduga Tercemar, Belasan Mobil Mogok di Bali: AWK Minta Pertamina dan Polri Turun Tangan

Unggahan berupa video yang menunjukkan kondisi saringan bahan bakar mobil yang tampak kotor membuat kekhawatiran publik semakin meningkat.

Kasus ini menuai respons dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum yang aktif melaporkan kejadian serupa di berbagai platform.

Waragent pun ramai mendiskusikan apakah Pertalite yang diduga tercemar ini berasal dari SPBU resmi atau pengecer.

Baca Juga: Lomba Fashion Endek Banteng, Perpaduan Gaya dan Gairah Nasionalis

Sorotan terhadap kasus ini meluas hingga ke ranah politik. Anggota DPR RI Dapil Bali, Nyoman Parta, menjadi salah satu tokoh yang angkat bicara dan mendorong Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta Direksi Pertamina untuk segera turun tangan.

Ia meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh dan klarifikasi resmi diberikan kepada masyarakat.

Tak lama berselang, aktivis sosial sekaligus Senator DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, juga menyuarakan keresahannya terkait kejadian ini. Ia menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BBM subsidi bisa terganggu bila kasus ini tidak ditangani dengan serius.

Dukungan untuk pengusutan pun datang dari Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK). Ia turut mendesak Pertamina dan bahkan Polri untuk melakukan investigasi mendalam.

Ia menyebut bahwa banyak pengaduan dari masyarakat mengenai kerusakan mobil usai mengisi Pertalite, terutama dari komunitas sopir dan pengguna kendaraan pribadi.

Baca Juga: Tunggakan BPJS Rp334 Miliar, Dedi Mulyadi Perintahkan Hapus Belanja Tak Penting di APBD

Terkait polemik ini, pihak Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akhirnya buka suara.

Dikutip dari Radar Buleleng, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Kami masih mencoba mendapatkan informasi pembelian BBM yang dimaksud. Apakah membeli di SPBU atau di pengecer,” Ujarnya dikutip Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia menegaskan bahwa jika benar BBM yang digunakan menyebabkan kerusakan pada kendaraan, maka langkah uji laboratorium akan segera dilakukan.
“Kami akan uji lab ulang terlebih dahulu untuk kualitas produk yang disalurkan lewat SPBU yang dimaksud,” ujarnya.

Menurutnya, penting untuk mengetahui lebih dahulu apakah BBM tersebut dibeli di SPBU resmi atau bukan.

Hasil uji laboratorium nantinya akan menunjukkan apakah produk yang disalurkan sesuai spesifikasi atau tidak.

“Uji laboratorium dilakukan untuk menguji, apakah memang produk yang dijual SPBU tersebut sesuai spesifikasi atau tidak. Atau malah SPBU yang dimaksud sesuai dengan informasi saat pembelian BBM oleh pelanggan,” ucapnya.

Baca Juga: Dekranasda Bali Luncurkan Website Resmi untuk Perkuat Digitalisasi Kerajinan Lokal

Ahad menambahkan, pihaknya terbuka jika masyarakat memiliki informasi lebih lengkap terkait riwayat pembelian BBM.

“Kalau ada informasi lebih detail terkait histori pembelian BBM oleh pelanggan yang dapat kami segera tindaklanjuti, boleh disampaikan ke saya juga,” pungkas Ahad.

Sementara itu, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari Pertamina dan kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kerusakan kendaraan tersebut.

Kasus ini menjadi alarm penting bagi seluruh konsumen dan penyedia layanan BBM agar kualitas produk tetap dijaga, demi keselamatan pengguna jalan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #buka suara #bbm #pertamina #tangki