BALIEXPRESS.ID-Kabar duka datang dari Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Gede Arya Putra, anak laki-laki berusia 13 tahun, meninggal dunia setelah satu bulan koma akibat tertimpa tembok roboh saat membersihkan area sekitar rumahnya.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 8 Kali Sehari, Hujan Abu Guyur Malang, BPBD Himbau Hal Ini
Peristiwa tragis ini diunggah oleh Ary Ulangun, pemilik Yayasan 10 Ribu Mimpi, melalui akun Instagram pribadinya @aryulangun pada Sabtu, 21 Juni 2025.
“Sungguh malang, Gede Arya Putra anak usia 13 tahun meninggal setelah satu bulan koma di rumah sakit akibat tertimpa tembok, keluarga membutuhkan biaya pemakaman,” tulis Ary dalam unggahan tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan, kecelakaan terjadi saat Gede membantu bersih-bersih. Sebuah tembok yang sudah rapuh mendadak ambruk dan menimpa tubuhnya.
Sejak itu, Gede dalam kondisi koma dan menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, Denpasar.
Sayangnya, upaya medis yang dilakukan tidak membuahkan hasil dan Gede berpulang setelah satu bulan berjuang.
Kondisi ekonomi keluarga Gede yang tergolong kurang mampu membuat mereka kesulitan menanggung biaya pemakaman.
Untuk itu, Ary Ulangun pemilik Yayasan 10 Ribu Mimpi menginisiasi penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kemanusiaan.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan langsung ke rekening Bank BRI atas nama Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi dengan nomor 475801025376530.
Selain melalui transfer bank, bantuan juga bisa dikirim melalui layanan OVO atau DANA ke nomor 0859-4289-0333.
Untuk konfirmasi donasi atau informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi pihak yayasan melalui WhatsApp di nomor yang sama.
Ary menutup unggahannya dengan harapan agar lebih banyak kebaikan hadir bagi Gede dan keluarganya.
“Terima kasih banyak, semoga banyak kebaikan hadir untuk Gede,” ujarnya.
Yayasan 10 Ribu Mimpi mengajak siapa pun yang tergerak untuk ikut berdonasi dan menyebarkan informasi ini agar proses pemakaman Gede Arya Putra dapat terlaksana secara layak dan penuh hormat.
Sedikit bantuan bisa berarti sangat besar bagi keluarga yang tengah berduka.
Editor : Wiwin Meliana