BALIEXPRESS.ID — Peed aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2025 dibuka pada sabtu, 21 juni 2025 oleh menteri kebudayaan.
Salah satu penampilan dari duta Kabupaten Buleleng yang mencuri perhatian penonton adalah kesenian burdah.
Burdah merupakan kesenian asli dari desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng. Kesenian ini sudah pernah tampil pada tahun 2018 di PKB, tetapi tahun 2025 tampil kembali dalam peed aya duta Kabupaten Buleleng yang berkolaborasi dengan Institut Mpu Kuturan (IMK).
Penampilan burdah menjadi simbol kuat akulturasi budaya Islam dan Hindu yang ada di Buleleng. Burdah telah berusia lebih dari 400 tahun dan bukan sekedar kesenian, tapi juga seni pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun sudah berbaur dengan tradisu khas Bali dari gerak hingga iringan musiknya.
Ketut Muhammad Suwarto, salah satu pemain dari kesenian burdah mengatakan, sangat bangga diberi ruang untuk tampil di pembukaan PKB.
“Itu artinya kontribusi budaya Islam di Bali diakui dan dilihat," ungkapnya.
Selain itu Suwarto juga memberikan pesan pada generasi muda agar tetap mempelajari dan melestarikan warisan kebudayaan yang ada.
Penampilan duta Kabupaten Buleleng ini tentu menuai banyak pujian dari para penonton.
Banyak yang mengaku pertama kali melihat langsung dan tak sedikit yang merasa terinspirasi oleh persembahan kolaborasi yang dibawakan. (*)