BALIEXPRESS.ID - Sarana dan prasarana Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Badung menjadi sorotan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Hal ini lantaran Balawista yang berada di garda terdepan dalam penyelamatan ini hanya memiliki gedung yang memadai.
Dinas Pariwisata (Dispar) Badung yang menaungi Balawista seakan tutup matu atau tidak peduli.
Bahkan saat Bupati Wayan Adi Arnawa meninjau kantor Balawista di Desa Pererenan, belum lama ini, ditemukan kotak P3K yang sama sekali tidak berisi obat-obatan.
Selain itu juga tidak terdapat pengeras suara, serta masih kurangnya jet sky serta personel.
Menyikapi kondisi itu, Adi Arnawa langsung menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Nyoman Rudiartha dan meminta agar memperhatikan balawista.
"Semua pos-pos Balawista kita itu lengkapi. Biar nyaman tamu, siapa pun yang menikmati pantai ini aman," ujar Adi Arnawa.
Pihaknya mengaku dari hasil memantau Balawista di Pantai Pererenan, perlu dilakukan penambahan personel.
Adi Arnawa pun selanjutnya meminta Rudiartha untuk melakukan kajian terkait dengan semua ini.
Selama ini Balawista Pererenan berjaga sampai sore dengan personil enam orang.
Namun bupati asal Pecatu ini berharap ada yang berjaga sampai malam. Tentunya hal ini untuk memastikan keamanan pengunjung.
“Kalau malam terjadi bencana bagaimana. Semestinya kita harus bisa penjagaan sampai malam, karena kita menjual pantai. Ini harus saya pikirkan," ucap Adi Arnawa.
Lebih lanjut Adi Arnawa meminta, agar kotak P3K yang dimiliki harus dipasang permanen. Bahkan semua perlengkapan yang harus dimiliki, harus diusulkan.
“Silakan nanti petugas Balawista mengusulkan ke Kadis. Saya sudah menghubungi kadis pariwiwisata. Sehingga apa yang perlu untuk melakukan pengamanan pantai dan evakuasi bisa diusulkan ke Dinas Pariwisata,” paparnya. (*)
Editor : I Made Mertawan