BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik di Iran dan Israel, menyusul meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Namun, dari hasil penelusuran Pemerintah Kabupaten Klungkung, dipastikan tidak ada pekerja migran Indonesia (PMI) asal Klungkung yang terdampak evakuasi dari kedua negara tersebut.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Klungkung, I Gusti Ayu Made Kusuma Asih.
“Berdasarkan data yang kami miliki, tidak terdapat PMI asal Klungkung yang bekerja di Iran maupun Israel,” tegasnya.
Meski demikian, Kusuma Asih menyebutkan bahwa terdapat sejumlah warga Klungkung yang bekerja di kawasan Timur Tengah lainnya. Berdasarkan data verifikasi terakhir, tercatat ada enam orang PMI asal Klungkung yang bekerja di Kuwait melalui jalur resmi perusahaan penempatan tenaga kerja.
“Mereka umumnya bekerja di sektor kesehatan dan kegiatan sosial. Ini data dari penempatan resmi, sedangkan untuk PMI jalur mandiri, kami memang tidak memiliki data karena tidak terpantau langsung oleh dinas,” jelasnya.
Menanggapi situasi konflik yang berkembang, Pemerintah Kabupaten Klungkung menyatakan tetap waspada dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, untuk memastikan tidak ada warga Klungkung yang terdampak konflik di Timur Tengah.
“Kami terus melakukan koordinasi. Sampai saat ini, belum ada informasi atau laporan resmi mengenai warga Klungkung yang ikut dievakuasi dari Iran maupun Israel,” ujar Sekda Klungkung Anak Agung Lesmana, ditemui di ruang kerjanya.
Pemkab Klungkung juga mengimbau masyarakat yang memiliki anggota keluarga bekerja di luar negeri agar tetap menjalin komunikasi dan melaporkan keberadaan mereka ke pemerintah daerah guna mempermudah pendataan dan perlindungan ke depannya. (*)