Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

RS Giri Asih dan Suwiti Belum Beroperasi, ASN Diajak Lengkapi Berkas

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 25 Juni 2025 | 03:02 WIB

Kadiskes Badung, dr. Made Padma Puspita yang membantah pengoperasian dua rumah sakit kekurangan anggaran.
Kadiskes Badung, dr. Made Padma Puspita yang membantah pengoperasian dua rumah sakit kekurangan anggaran.

BALIEXPRESS.ID - Dua Rumah Sakit baru milik Pemkab Badung saat ini belum melayani pasien.

Belum beroperasinya RS Giri Asih dan RS Suwiti ini lantaran masih menunggu terbitnya akreditasi.

Padahal keduanya telah memiliki karyawan dari rekrutmen CPNS.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut: Pemuda Tewas Tabrak Sepeda Listrik, Apa Penyebab Pastinya?

Ratusan ASN  ini pun diajak untuk melengkapi izin operasional sebelum beroperasi.

Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita pun membenarkan, pihaknya tengah mematangkan sejumlah tahapan administratif.

Sebab ia menyebutkan dibukanya sebuah rumah sakit memiliki perbedaan dengan kantor lainnya.

Baca Juga: Geger K-Pop! Gadis Bali Ini Bakal Jadi Idola Indonesia Pertama di SM Entertainment?

“Proses pembukaan rumah sakit tidak sama dengan kantor biasa. Harus ada izin operasional terlebih dahulu, disusul akreditasi, baru bisa menjalin kerja sama dengan BPJS,” ujar dr. Padma, Selasa (24/6).

Sebagai bagian dari tahapan tersebut, Dinas Kesehatan mengumpulkan seluruh ASN yang telah direkrut untuk ditempatkan di kedua rumah sakit tersebut.

Kegiatan pengarahan dijadwalkan berlangsung 26 Juni 2025 di ruang Kerta Gosana, Puspem Badung.

Baca Juga: Detik-Detik Dedi Mulyadi Disiram Air di Bekasi: Awalnya Geger, Ternyata Ada Kisah Heroik di Baliknya!

“ASN yang sudah ditempatkan totalnya 265 orang. RS Giriasih sebanyak 163 orang, RS Suwiti 102 orang,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, para ASN tersebut untuk sementara waktu difokuskan mengurus kelengkapan administrasi.

Termasuk penyusunan SOP dan dokumen-dokumen pendukung akreditasi.

“Idealnya mereka sudah melayani pasien, tapi sekarang mereka harus duduk di depan komputer. Mereka tetap wajib hadir dan absen, jadi kami arahkan untuk bantu persiapan administratif,” terangnya.

Meski demikian, ternyata jumlah tenaga kesehatan di RS Giri Asih dan RS Suwiti masih belum mencukupi.

Sebab, dalam rekrutmen sebelumnya masih ada posisi yang kosong.

Untuk itu setelah rumah sakit resmi beroperasi, pihaknya berencana membuka rekrutmen lanjutan.

“Beberapa formasi, terutama dokter, kemarin tidak ada pelamar sama sekali. Jadi nanti kami buka lagi seleksi,” ujarnya.

Disisi lain, untuk mengisi kekosongan akan dilakukan pergeseran tenaga kesehatan. Namun, dr. Padma mengaku ada tantangan dalam pelaksanaanya, sebab ada beberapa ASN yang enggan dipindahkan.

Untuk itu ia menekankan ASN harus memilliki semangat korps (jiwa korsa), dan diharapkan seluruh pegawai dapat memahaminya.

“Ada yang merasa seperti dipindah provinsi. Mental seperti ini harus dibenahi. Kalau di rumah sakit swasta, mereka bisa saja dipindah ke luar pulau dan tidak bisa menolak,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pasien #akreditasi #Pemkab Badung #RS Giri Asih #RS Suwiti