BALIEXPRESS.ID-Peristiwa pohon tumbang terjadi pada Rabu, 25 Juni 2025, di wilayah Jalan Drupadi XVI, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, dan sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Baca Juga: VIRAL! Pernikahan Pasangan Ini Ricuh; Ngaku Gadis Ternyata Sudah Menjanda 3 Kali
Meski tak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi perhatian serius karena menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Desa Sumerta Kelod bergerak cepat dan menunjukkan respons tanggap darurat dengan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan secara efektif dan menyeluruh.
Proses evakuasi dan pembersihan material pohon dilakukan secara kolaboratif antara: Pemerintah Desa Sumerta Kelod, Camat dan staf Kecamatan Denpasar Timur, Satpol PP Denpasar Timur, BPBD Kota Denpasar dan Linmas Desa Sumerta Kelod.
Penanganan dimulai dari proses pemotongan batang pohon yang tumbang hingga pemindahan material kayu ke tempat yang aman, dilakukan dengan metode hati-hati dan terukur guna memastikan tidak ada lagi hambatan atau risiko kecelakaan lanjutan di lokasi.
Baca Juga: Belanja Online Makin Nyaman: Shopee Tawarkan Harga Hemat & Pengiriman Cepat
Berkat kerja sama lintas sektor dan koordinasi yang baik, proses evakuasi berjalan cepat dan kondisi lalu lintas di Jalan Drupadi XVI kembali normal dalam waktu relatif singkat.
Kepala Desa Sumerta Kelod menyampaikan apresiasinya atas kekompakan semua pihak yang terlibat dalam penanganan ini.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam kecil yang bisa berdampak besar jika tidak segera ditangani.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Santai Diberi Banyak Julukun, Dari Gubernur Lambe Turah Hingga Gubernur Tol*l
“Ini adalah bentuk nyata sinergi dan kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan warga. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan serius—ini hal yang patut kita syukuri,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti bencana alam.
Editor : Wiwin Meliana