Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gede Pawana, Sosok Pemimpin Desa Duda Timur Karangasem Berbalut Filosofi Pakaian Poleng

I Wayan Adi Prabawa • Minggu, 29 Juni 2025 | 13:36 WIB
Gede Pawana, perbekel Duda Timur, Karangasem.
Gede Pawana, perbekel Duda Timur, Karangasem.

BALIEXPRESS.ID- Sosok Gede Pawana mudah dikenali dalam setiap kegiatan masyarakat.

Perbekel Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem ini memiliki ciri khas tersendiri dalam berpenampilan, yakni selalu mengenakan pakaian bermotif poleng atau kotak-kotak hitam-putih.

Motif pakaian seperti ini jarang digunakan secara konsisten oleh orang lain.

Sejak 2010, Gede Pawana konsisten tampil dengan seragam serba poleng tersebut.

Pawana mengatakan bahwa awalnya berpakaian serba hitam, lalu terpikir mengganti dengan hitam-putih.

"Awalnya saya hanya saput dan udeng saja yang poleng, tetapi seiring berjalannya waktu menjadi semuanya serba poleng,” ujar pria kelahiran 53 tahun silam itu.

Pada awalnya, gaya berpakaiannya sempat menuai komentar miring. Banyak orang yang mencibir pilihannya menggunakan kain poleng di berbagai kesempatan resmi.

Namun, Pawana tak gentar. Lambat laun, kebiasaan ini justru menjadi ciri khasnya.

Bahkan, Gede Pawana kini dikenal sebagai Ketua Forum Perbekel Bali yang konsisten dengan busana polengnya.

Bagi Pawana, poleng bukan sekadar kain, melainkan memiliki filosofi mendalam.

Kain poleng, kain tradisional Bali bermotif kotak-kotak hitam-putih, menurutnya melambangkan keseimbangan dan harmoni dalam hidup.

“Motif ini melambangkan konsep Rwa Bhineda, yang berarti dua hal yang berbeda namun saling melengkapi, seperti baik dan buruk, siang dan malam,” jelasnya.

Filosofi tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat untuk selalu menjaga keseimbangan dalam setiap aspek kehidupan, baik dengan sesama manusia maupun dengan alam.

“Kain poleng mengingatkan bahwa dalam kehidupan selalu ada hal baik dan buruk, siang dan malam, yang jika berjalan seimbang akan menciptakan harmoni," pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Gede Pawana #karangasem #poleng