SINGARAJA, BALI EXPRESS – Suasana Minggu malam (29/6) di Jalan Singaraja-Kintamani KM 13, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, berubah mencekam dalam sekejap. Sebuah kecelakaan maut terjadi saat truk molen hilang kendali akibat rem blong.
Dari rekaman CCTV salah satu rumah warga, truk melaju dengan kencang dari arah Kintamani (selatan). Beberapa saksi di lapangan menyebut, sopir truk terlihat hilang kendali. Sopir kemudian mengambil tindakan untuk menabrakkan kendaraan pada tugu dengan tujuan agar truk dapat berhenti tanpa mencelakai.
Seketika tugu Ganesha dengan tinggi sekitar 3 meter itu hancur. Satu premotor juga tersapu oleh truk. Tragisnya, sang pemilik motor yang tengah duduk santai di atas kendaraannya, langsung meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rasalin Diaz, Senin (30/6) menjelaskan, kejadian nahas ini terjadi sekitar pukul 18.00 WITA dan dilaporkan satu jam kemudian. Berdasarkan hasil penyelidikan, truk Nissan hijau dengan nomor polisi DK 8138 AT yang dikemudikan oleh Irin Supandi, 49, warga Sumbawa, melaju dari arah selatan menuju utara. Di tengah jalan menurun dan gelap, truk mendadak kehilangan kendali.
“Rem blong. Tanpa bisa dihentikan, kendaraan besar itu terus meluncur hingga menghantam sepeda motor Honda Astrea C100 DK 3187 UI yang terparkir di pinggir jalan,” ungkapnya.
Motor tersebut dikendarai oleh Nyoman Budiasa, 57, warga lokal dari Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan. Saat kejadian, ia duduk di atas motornya tanpa mengenakan helm. Benturan keras membuat tubuhnya terpental, perut robek dengan usus terburai, paha kanan dan tangan kanan luka parah. Nyoman sempat dilarikan ke RSUD Singaraja, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Tak hanya itu, penumpang truk bernama Gede Suryawan, 46, warga Bayuning, Buleleng, juga mengalami luka serius. Kakinya robek, persendian pinggulnya lepas, dan jari tangannya terluka. Saat ini, ia masih dirawat intensif. Sementara sang sopir, Irin Supandi, mengalami luka di bagian rusuk kiri namun masih dalam kondisi sadar dan dirawat di RS Pratama Giri Mas.
Disebutkan, truk berplat DK 8138 AT diketahui milik Putu Arta, yang beralamat di Denpasar, dengan jenis kendaraan niaga produksi tahun 1997. Sementara motor yang tertabrak tercatat atas nama I Ketut Nurija, warga Tejakula, Buleleng, dengan tipe Honda Astrea C100 keluaran tahun 1995.
Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi truk yang tidak mampu mengantisipasi kondisi rem blong saat melintasi jalan menurun. Kendaraan besar seperti truk seharusnya diperiksa secara berkala, terutama sistem pengeremannya,” terang Yohana.
Tak lama setelah kecelakaan itu, kecelakaan lainnya terjadi. Peristiwa ini melibatkan dua unit truk dan dua sepeda motor, dan terjadi hanya berselang beberapa jam setelah kecelakaan truk molen semen yang menghantam tugu di pertigaan Desa Kubutambahan.
Titik kecelakaan hanya berjarak beberapa meter dari lokasi insiden sebelumnya, tepatnya di depan Kantor Perbekel Kubutambahan. Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi pada Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 22.40 WITA.
Truk DK 8808 UC melaju dari arah Karangasem menuju Singaraja sambil membawa muatan pasir. Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi kurang memperhatikan situasi di depannya dan menabrak truk yang sedang parkir serta dua sepeda motor.
Truk DK 8808 UC diketahui dikemudikan oleh Gede Agus Hermawan,37, warga Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Truk tersebut menabrak bagian belakang truk DK 8546 DS yang tengah berhenti di sisi kiri jalan. Truk yang ditabrak diketahui sedang parkir karena adanya evakuasi truk molen semen yang sebelumnya menabrak tugu di simpang tiga Kubutambahan. Truk parkir tersebut dikemudikan oleh Ardiansyah,34, warga Dusun Aeampuk, Kecamatan Moyoulung, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
Tak sampai di situ, benturan keras dari truk yang melaju juga mengenai dua unit sepeda motor yang sedang parkir di sekitar lokasi. Dua motor tersebut adalah Honda Vario DK 3812 UAE milik Ketut Ada dan satu unit Honda Vario lainnya dengan nomor polisi DK 3812 UO yang masih dalam proses pendataan pemiliknya.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka berat. Semuanya selamat dan tidak memerlukan penanganan medis. Hanya saja, kerugian materiil tak bisa dihindari akibat kerusakan kendaraan yang cukup signifikan,” lanjut Iptu Yohana.
Polisi menduga kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian sopir truk DK 8808 UC yang kurang hati-hati saat melintas di jalur yang sedang ramai oleh aktivitas evakuasi. Kepolisian juga mencatat bahwa kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan gelap dan lalu lintas cukup padat, menyusul adanya penanganan insiden sebelumnya.
“Pengemudi tidak melihat adanya antrean kendaraan di bahu kiri jalan. Hal ini yang menjadi pemicu tabrakan,” tambahnya.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Lalu Lintas Polsek Kubutambahan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa para sopir, dan mendata kerusakan kendaraan yang terlibat.
Sementara itu, warga sekitar berharap agar petugas lalu lintas dapat menambah penerangan dan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan, terutama di kawasan pertigaan Kubutambahan yang dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan tren meningkatnya angka kecelakaan. ***
Editor : Dian Suryantini