BALIEXPRESS.ID-Rencana pembangunan Bandara Bali Utara kembali menjadi sorotan publik.
Hal ini menyusul pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat berkunjung ke Puri Agung Blahbatuh, Gianyar, pada Kamis, 26 Juni 2025 lalu, yang memastikan proyek strategis nasional tersebut akan segera direalisasikan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap pembangunan bandara di Bali Utara yang disebut-sebut akan dimulai pada tahun ini.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @ajuslinggih, ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan bandara tersebut.
“Ini udah jadi topik lama, akhirnya dikabulkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ajus Linggih dikutip Rabu, 2 Juli 2025.
Ajus menyampaikan bahwa urgensi pembangunan bandara tak bisa diabaikan karena Bandara I Gusti Ngurah Rai diprediksi akan mencapai kapasitas maksimal pada tahun 2027.
Baca Juga: TRAGIS! Longsor Tewaskan 4 Warga Garut, Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan, Tegaskan Pentingnya Jaga Alam
“Nah kenapa sih harus dibangun tahun ini? Karena menurut data Angkasa Pura, Bandara Ngurah Rai akan full capacity di tahun 2027,” ucapnya.
Lebih lanjut dalam penjelasannya, Ajus Linggih memaparkan alasan mengapa pembangunan Bandara Bali Utara harus segera direalisasikan:
“Jadi, mau nggak mau, bandara Bali Utara harus dibangun tahun ini. Karena bangun bandara ga cuman 1 tahun 2 tahun, tapi mungkin bisa 3-5 tahun. Nah, kalau misalnya ga dibangun tahun ini, berarti nanti 2027 akan terjadi stuck, dimana wisatawan itu tidak tumbuh lagi di Bali,” jelasnya lebih lanjut.
Ajus juga menyoroti dampak lanjutan apabila pembangunan bandara ditunda.
“Efek dari ini adalah satu, perekonomian pasti stuck, kedua terjadinya perang harga untuk UMKM, kesejahteraan masyarakat menurun, sehingga nanti akan berujung ke kriminalitas,” ungkapnya.
Ia turut membuka ruang diskusi kepada publik soal lokasi ideal pembangunan, apakah di darat atau laut.
“Terus ada dua nih yang mengajukan, ada yang darat, ada yang laut. Menurut kalian, kalian tim darat atau tim laut, komen dibawah,” tutupnya.
Baca Juga: Pelaku Pencuri Helm Lintas Kabupaten Ditangkap, Beraksi di 10 TKP, Terakhir di Padangsambian
Unggahan Ajus Linggih menuai berbagai komentar dari netizen yang ikut menanggapi rencana pembangunan bandara tersebut
“Saya tim laut. Soalnya kalo di daratan terhimpit pura. Namun kalo reklamasi laut bisa lebih luas dari basota,” tulis akun @kemasm.najwan
“Dibangun bebas laut dan darat its fine,” ketik akun @sarjawan
“Yang penting beneran berfungsi dengan baik... alias rame.. belajar dari Kediri dan Kertajati yang sepi peminat....” tulis akun @safira_felicia
Hingga saat ini, lokasi final pembangunan bandara masih menjadi bahan pertimbangan, namun dukungan dari pemerintah daerah semakin memperkuat harapan agar proyek ini segera terealisasi.
Editor : Wiwin Meliana