BALIEXPRESS.ID - Suasana Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, menjadi meriah ketika Duta Kabupaten Jembrana, Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, tampil mempesona membawakan garapan "Dolanan Mepatung-Patungan" dalam Utsawa Gong Kebyar Anak-anak Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Selasa (1/7).
Baca Juga: Sinergi BPN dan Kemenag Klungkung Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Bersama dengan duta Kabupaten Karangasem, penampilan Duta Kabupaten Jembrana berhasil menyedot perhatian serta memukau penonton yang memenuhi arena pertunjukan. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Forkopimda Jembrana, dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.
Garapan "Dolanan Mepatung-Patungan" terinspirasi oleh pesatnya perkembangan zaman, di mana banyak anak kini lebih fokus pada gadget. Kekhawatiran atas dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan terhadap kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial anak-anak melahirkan ide untuk melestarikan permainan tradisional ini.
Tarian dolanan ini menggambarkan semangat anak-anak dalam permainan tradisional yang sederhana namun sarat makna. Gerakan tariannya mengasah konsentrasi, menyehatkan tubuh, dan menanamkan nilai sportivitas sejati. Pesannya jelas: tidak semua permainan harus digital; ada warisan budaya yang hidup melalui gerakan tubuh dan kegembiraan hati.
Lebih menarik lagi, dialog diiringi bahasa khas "Negaroa", menambah riuh sorak penonton.
Sebelum pertunjukan utama, Duta Gong Kebyar anak-anak Kabupaten Jembrana juga menampilkan "Tabuh Kreasi" berjudul "Sulaya Sahela" dan "Tari Kidang Kencana." "Sulaya" berarti perdebatan, dan "sahela" berarti satu tujuan, menggambarkan konsep paruman atau pertemuan, di mana perdebatan bertujuan menciptakan harmoni sosial.
Baca Juga: Diduga Cemburu, Aktor Sinetron Peras Kekasih Sesama Jenis: Ancaman Sebar Foto Intim
Berbagai instrumen menggambarkan masyarakat dengan karakter berbeda, dan dua jenis pukulan, on beat dan off beat, melambangkan perbedaan menuju satu tujuan. Pola reong, suling, kendang, serta kotekan menonjolkan masukan dalam paruman, sementara permainan bersama menunjukkan tercapainya kesepakatan.
"Tari Kidang Kencana" mengekspresikan keceriaan kawanan kijang di belantara. Purnama penuh menambah kegembiraan saat mereka berlarian dan bercengkerama. Ketegangan muncul akibat kesalahpahaman, namun berakhir damai. Tari ini, ciptaan I Gusti Agung Ngurah Supartha tahun 1983, diperkaya dengan gamelan oleh I Wayan Beratha dan gegerongan oleh IGB Arsaja.
Bupati Kembang Hartawan bersama Ny. Ani Setiawarini memberikan apresiasi tinggi kepada Duta Gong Kebyar Jembrana di PKB tahun ini.
"Penampilan anak-anak Jembrana sangat luar biasa. Para penonton benar-benar terhibur. Penampilan Sekaa Dharma Kerti Desa Tegal Badeng Timur menegaskan peran anak-anak Bali sebagai pelestari budaya di PKB 2025," tutupnya.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana