BALIEXPRESS.ID-Insiden kapal tenggelam kembali mengguncang perairan Selat Bali.
Kapal penyeberangan KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Kamis dini hari, 3 Juli 2025 sekitar pukul 23.35 WIB.
Baca Juga: Gubernur Koster Usulkan Bali Dapat Insentif Khusus dalam RUU Kepariwisataan
Menurut informasi yang dilansir dari Radar Banyuwangi bahwa di wilayah Dermaga LCM Gilimanuk, kapal sempat mengirim sinyal darurat melalui Channel 17 pada pukul 00.16 WITA.
Laporan menyebutkan kapal mengalami kebocoran di ruang mesin, sebelum akhirnya mengalami black out total pada pukul 00.19 WITA.
“Total penumpang ada 53 orang, kendaraan yang diangkut sebanyak 22 unit, dan kru kapal 12 orang. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban selamat maupun korban jiwa,” ujar Ni Putu Cahyani, Kepala Seksi Keselamatan, Berlayar, Patroli, dan Penjagaan KSOP Tanjungwangi dikutip Kamis, 3 Juli 2025
Baca Juga: Mimih! Detik-Detik Kecelakaan Agya vs Truk di Jalur Kintamani-Singaraja Terekam CCTV
Selang tiga menit setelah kehilangan daya, kapal dilaporkan terbalik dan hanyut ke arah selatan. Posisi terakhir kapal terdeteksi pada koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.
Salah satu kapal penyeberangan terdekat, KMP Tunu Pratama Jaya 3888, segera mendekat untuk melakukan upaya penyelamatan.
Cahyani menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat kejadian memang sedang tidak bersahabat.
Berdasarkan data dari BMKG, tinggi ombak di perairan Selat Bali mencapai 2,5 meter, yang diduga memperburuk situasi saat kebocoran terjadi.
Baca Juga: Mimih! Detik-Detik Kecelakaan Agya vs Truk di Jalur Kintamani-Singaraja Terekam CCTV
Proses pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan evakuasi.
Pihak pengelola Pelabuhan Gilimanuk dan otoritas pelayaran memastikan bahwa informasi akan terus diperbarui secara berkala selama proses penanganan berlangsung.
Warga dan keluarga korban diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan lebih lanjut.
Meski KMP Tunu Pratama Jaya 3888 segera dikerahkan ke lokasi kejadian, kapal utama telah lebih dulu terbalik dan terbawa arus ke selatan.
Hingga kini, proses evakuasi masih berjalan, dan pihak berwenang berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala.
Editor : Wiwin Meliana