BALIEXPRESS.ID-Sebuah video perkelahian antara Warga Negara Asing (WNA) dan warga lokal di Dusun Baledan, Desa Klumpu, Nusa Penida viral di media sosial setelah diunggah oleh akun @denpasarcerita pada Kamis, 3 Juli 2025.
Baca Juga: Pensiun Dari Presiden, Jokowi “Ngempu” Cucu di Bali
Video tersebut memicu perdebatan hangat di kalangan warganet, terutama terkait perilaku wisatawan asing di Bali.
Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang WNA asal Tunisia mengendarai sepeda motor dan terlibat adu argumen hingga keributan fisik dengan beberapa warga lokal.
Kejadian itu sempat membuat suasana memanas, dan nyaris terjadi bentrokan fisik di lokasi.
Baca Juga: Keributan WNA dan Warga Lokal di Nusa Penida Viral, Diduga Dipicu Masalah Sepele
Meski sempat memancing emosi warga sekitar, dilansir dari @denpasarcerita, insiden ini telah berhasil diselesaikan di Polsek Nusa Penida, dan telah dipastikan bahwa tidak ada korban serius dalam insiden tersebut.
Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa membawa kasus ini ke ranah hukum.
Unggahan tersebut mendapat berbagai respons dari warganet yang menyayangkan insiden tersebut dan menyuarakan keresahan atas perilaku sejumlah turis asing di Bali.
Baca Juga: Bonus Porjar 2025, Atlet Peraih Medil untuk Bangli Harap Bersabar hingga 2026
Banyak yang menilai bahwa sikap terlalu lunak terhadap WNA bisa memicu masalah berulang.
“Tamu sing ningehang peteee.. main pukul gen.” tulis akun @kt._budiarka, mengekspresikan kekesalan terhadap perilaku turis tersebut.
“‘Sepakat damai’ adalah kelemahan utama kita.. mereka tau hukum kita lemah, makanya berani bertingkah.. mohon agar masyarakat mulai memberdayakan 'main hakim sendiri’,” komentar akun @anakin_zkywalker.
“Seharusnya Turis Asing tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas sendiri seperti itu.” ujar akun @yuannatahermanto.
“Posisikan warga lokal harus tegas, agar turis tidak semena mena.” tulis akun @vy_lmh.
“Harusnya ada sangsi utk WNA yg kurang ajar di negara kita apalagi di Bali. Jangan jadi kacung manusia-manusia pendatang asing.” ujar akun @hdn_the_x_files.
Kasus ini kembali memantik diskusi soal perlunya pengawasan lebih ketat terhadap perilaku wisatawan asing di Bali, terutama di kawasan wisata seperti Nusa Penida.
Banyak pihak menilai bahwa kelonggaran terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh WNA dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga lokal.
Editor : Wiwin Meliana