Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Target Juara, Duta Kabupaten Badung Tampilkan Barong Ket Pola Bebadungan

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 4 Juli 2025 | 20:32 WIB
LOMBA: Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat tampil dalam lomba Bapang Barong di PKB ke-47, Kamis (3/7).
LOMBA: Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat tampil dalam lomba Bapang Barong di PKB ke-47, Kamis (3/7).

BALIEXPRESS.ID Duta Kabupaten Badung tampil memukau dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Kamis (3/7/2025), dengan menampilkan Barong Ket pola Bebadungan yang khas dan enerjik.

Penampilan ini dibawakan oleh Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu, Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, yang sukses memukau ribuan penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar.

Panggung bergengsi PKB kali ini juga dimeriahkan oleh sejumlah duta seni lainnya, seperti Sanggar Seni Wedanta dari Karangasem, Sekaa Gong Pancer Gita Wrdhi Winangun dari Denpasar Selatan, serta Sanggar Seni Hari Dwipa Gamelan Group dari Tabanan.

Menurut I Putu Eka Darmayasa, selaku pembina tari sekaligus Ketua Sanggar, konsep yang diusung mengacu pada tema PKB 2025: Jagat Kerthi, yang berarti menjaga, memuliakan, dan melestarikan alam serta budaya.

Pola “Bebadungan” yang dihadirkan dalam Bapang Barong ini membawa ciri khas agresif dan kuat, seperti pada unsur guak macok (gerakan menyerang khas barong), yang terinspirasi dari sifat hewan.

“Bebadungan itu identik dengan kekuatan dan karakter agresif. Kami menggali karakter itu dari binatang, dan dituangkan dalam gerakan barong,” jelas Eka Darmayasa.

Tak hanya itu, pertunjukan juga memperkenalkan pelayon khas Desa Munggu, yaitu momen saat barong dalam kondisi tenang atau kelelahan, sebagai bentuk harmoni dalam alur pertunjukan.

Kehadiran pelayon ini menjadi ciri musikalitas yang sempat redup dan kini dibangkitkan kembali.

“Pelayon adalah jiwa dari barong saat masuk ke fase tenang. Ini adalah bagian dari warisan musik lokal yang kini kami angkat lagi sebagai identitas Duta Badung,” imbuhnya.

Persiapan tidak mudah. Tim menghabiskan waktu empat bulan latihan intensif, dengan sesi malam hari empat kali seminggu. Total 31 orang penari dan penabuh dilibatkan dalam pertunjukan megah ini.

“Tantangan terberat justru ada pada kekuatan fisik penari. Barong itu benda mati, dan tugas penari adalah menghidupkannya. Jadi stamina dan kekuatan menjadi kunci,” ungkap Eka.

Setelah meraih Juara I dalam PKB 2024, tahun ini Sanggar Semeton Barong Munggu kembali membawa harapan besar dari Kabupaten Badung. Meski ada beban, semangat untuk tampil maksimal menjadi prioritas.

“Kami tetap targetkan juara, tapi yang terpenting adalah tampil total. Juara itu bonus dari kerja keras empat bulan kami,” tegas Eka.

Penampilan Duta Badung menjadi bukti bahwa tradisi tak hanya dipertahankan, tapi juga terus berkembang dengan sentuhan konsep dan inovasi yang kuat. Dengan Barong Ket Bebadungan, Badung kembali unjuk gigi sebagai pusat kreativitas seni di Bali. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#juara #Barong ket #target #badung #POLA #pkb #kabupaten