Desa di Bali Ini Gunakan Dana Desa untuk Beri Belasan Beasiswa Sarjana untuk Keluarga Miskin
I Putu Suyatra• Minggu, 6 Juli 2025 | 03:22 WIB
BEASISWA: Para calon mahasiswa di Desa Tukadmungga penerima beasiswa pendidikan tinggi tahun 2025. (Pemdes Tukadmungga)
BALIEXPRESS.ID – Sebuah terobosan menarik datang dari Desa Tukadmungga, Kabupaten Buleleng, Bali. Di tengah fokus banyak desa pada infrastruktur, desa ini justru punya prioritas unik: pendidikan!
Tahun ini, mereka kembali menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp 35,2 juta kepada 12 calon mahasiswa dari keluarga miskin.
Apa rahasia di balik komitmen desa ini untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan tinggi?
Dari Dana Desa Hingga CSR: Kucuran Beasiswa untuk Masa Depan
Inisiatif luar biasa ini bukan kali pertama dilakukan. Perbekel (Kepala Desa) Tukadmungga, Kadek Surya Darmawan, menegaskan bahwa desanya memang memberikan perhatian besar dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dana beasiswa yang dikucurkan bersumber dari kombinasi dana desa, sokongan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak ketiga.
Belasan pemuda berprestasi ini akan menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus terkemuka.
Sebanyak 7 orang di antaranya diterima di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), 1 orang di STIE Satya Dharma Singaraja, dan 4 orang di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja.
Mereka akan tersebar di berbagai program studi yang menjanjikan, mulai dari S1 Kimia, S1 Akuntansi, D4 Pengelolaan Perhotelan, S1 Ilmu Hukum, hingga S1 Manajemen Ekonomi.
Lulusan Beasiswa Sukses Bekerja: Bukti Nyata Pengentasan Kemiskinan
Surya Darmawan optimistis, SDM yang unggul akan menjadi kunci utama pembangunan dan pengentasan kemiskinan di desa.
Ia mengungkapkan, program beasiswa sarjana ini sudah berjalan cukup lama dan telah membuahkan hasil nyata.
"Sekarang satu orang sudah jadi karyawan bank dan dua orang kerja di hotel. Kami meyakini dengan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, maka mereka bisa mengakses pekerjaan yang layak. Sehingga bisa mengentaskan kemiskinan di desa," kata Surya, memberikan bukti konkret dampak positif dari program ini.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya terpaku pada infrastruktur dan peningkatan ekonomi sesaat.
Peningkatan kualitas SDM justru menjadi aspek fundamental yang dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.
"Memang peningkatan SDM ini tidak bisa dirasakan dampaknya dalam satu atau dua tahun mendatang. Tapi baru bisa dirasakan bertahun-tahun nanti," ujarnya.
Komitmen Pendidikan Menyeluruh: Dari PAUD Hingga Mahasiswa Aktif
Tak hanya untuk calon mahasiswa baru, Desa Tukadmungga juga memberikan beasiswa kepada siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMP Dharmakerti maupun SMA Kertha Wisata.
Bahkan, selain 12 calon mahasiswa baru ini, Desa Tukadmungga juga masih memberikan beasiswa kepada 23 mahasiswa yang masih aktif menempuh pendidikan di universitas.
Total alokasi dana desa untuk sektor pendidikan mencapai Rp 156,36 juta, dengan Rp 81 juta di antaranya khusus untuk program beasiswa.
Sisanya dialokasikan untuk PAUD desa dan pendidikan non-formal.
Langkah berani Desa Tukadmungga ini patut menjadi inspirasi. Akankah model ini bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia untuk menciptakan generasi emas dan mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan? ***